Pengamatan detikcom, Selasa (8/11/2011), orasi dan yel-yel dukungan terus dilontarkan dari kedua kubu di depan Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Kubu Atut-Rano terlihat asyik bernyanyi sambil diiringi alunan gendang. Baju mereka warna putih dengan lengan warna merah. Di bagian dada kiri kaos mereka, ada foto Atut dan Rano. Sedangkan para orator pendukung Atut mengenakan kaos warna hitam-hitam. Mereka juga membentangkan bendera warna putih bertuliskan LA (laskar Atut) warna merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendukung Atut juga terus meneriakkan yel-yel, "Sekali Atut, tetap Atut."
Menanggapi 'serangan' itu, pendukung Wahidin-Irna tidak mau kalah. Mereka mengobarkan semangat dukungan bagi jagonya melalui orasi-orasi.
"Atut bukan pemenang. Tetapi, karena kecurangannya. Mereka yang mendukung Atut adalah mereka yang dibayar hanya dengan Rp 10.000. Hari ini, mereka datang ke sini juga karena dibayar. Mereka yang dibayar menggunakan dana hibah. Padahal, itu harus digunakan untuk pembangunan masyarakat. Atut memberi suara mereka dengan harga Rp 10.000 sampai Rp 20.000," papar seorang orator berapi-api.
Nyanyian pendukung Atut dan orasi pendukung Wahidin terus saling bersahutan.
Puluhan polisi berbaris di tengah-tengah dua kubu mengantisipasi bentrokan. Aksi ini memakan separo lajur jalan dan mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat itu sedikit tersendat.
(aan/fay)











































