"Bisa jadi lawan berat Ical. Sosok Sri Mulyani memang bisa jadi penyeimbang di bursa pencapresan. Sekarang nama yang beredar ada Ical, Prabowo, dan lainnya yang sudah banyak terlihat di perpolitikan kita. Sri Mulyani bisa dinilai sebagai alternatif," kata pengamat politik dari UGM, Arie Sudjito, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (8/11/2011).
Sri Mulyani akan semakin memeriahkan bursa capres. Namun Arie menekankan jangan sampai kemeriahan itu menghilangkan substansi demokrasi yang sedang dibangun. Sebab dalam pilpres nanti, yang dipertarungkan bukan sekadar kampanye personal tapi demokrasi ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap pemilih di Indonesia kritis terhadap para capres dan cawapres yang digadang-gadang untuk Pilpres 2014. Sebab ada indikasi semua calon yang ada menjadi jamaah pencitraan.
"Modelnya sama, ramai-ramai muncul di publik mencitrakan positif. Ini akan selalu berulang jika pemilih tidak kritis. Pencitraan dilawan dengan melahirkan debat isu, ideologi, program, bukan memanfaatkan momentum apa pun," tutur Arie.
Dia berharap pemilih lebih jeli terhadap para capres-cawapres nantinya. Track record yang bersangkutan jangan sampai hilang ditelan pencitraan yang dibangun.
(vit/fay)











































