Golkar: Sebaiknya Ical-Prabowo, Bukan Prabowo-Ical

Golkar: Sebaiknya Ical-Prabowo, Bukan Prabowo-Ical

- detikNews
Selasa, 08 Nov 2011 13:20 WIB
Golkar: Sebaiknya Ical-Prabowo, Bukan Prabowo-Ical
Jakarta - Partai Golkar menghormati tawaran Partai Gerindra untuk bersama-sama mengusung Prabowo-Ical dalam Pilpres 2014. Namun menurut Golkar komposisi tersebut terbalik, yang ideal adalah Ical-Prabowo sebagai pasangan bakal capres-cawapres.

"Terima atas kasih tawarannya. Tapi kalau berkenan sebaiknya Pak Prabowo jadi Wapres untuk Bang Ical," ujar Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/11/2011).

Politisi senior Partai Golkar ini mempunyai argumen cukup masuk akal atas usulannya itu. Yaitu kekuatan infrastruktur dan jaringan kader yang membuat peluang Partai Golkar memenangkan Pemilu 2014 yang tentunya lebih besar dibanding Partai Gerindra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masa Partai sebesar Golkar tidak boleh menjagokan orang nomor satunya? Toh kalau baca tanda-tanda alam dan rakyat menghendaki, maka Golkar akan jadi nomor satu di Pemilu Legislatif 2014," tambah Priyo.

Wakil Ketua DPR ini mengakui bahwa Prabowo adalah sosok yang memiliki kompetensi yang memadai. Prabowo juga tegas dan punya reputasi yang layak bertarung di 2014.

"Kalau Prabowo duet dengan Golkar maka akan jadi kekuatan yang luar biasa," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, politisi Gerindra, Martin Hutabarat, mengusulkan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) tidak mengikuti Pilpres 2014 sebagai capres. Melainkan sebagai cawapres untuk mendampingi Prabowo sebagai capres.

"Sebaiknya Pak Ical itu jadi wapres untuk Pak Prabowo saja. Saya rasa itu akan jadi kekuatan besar bila Pak Prabowo dan Ical bersatu," ujar Martin kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/11).

Menurut Martin, berkaca dari pengalaman duet SBY dan Jusuf Kalla, Prabowo dan Ical bisa kembali mengulang sukses maut tersebut. Menurut Martin, ada aspek sosilogis yang tidak dimiliki Ical untuk jadi RI 1.

"Aspek sosiologis bahwa presiden harus dari Jawa itu masih kuat. Sehingga sebaiknya Ical jadi RI 2, mendampingi Pak Prabowo," terangnya.



(her/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads