Jangan Sampai Ambang Parlemen Diselesaikan dengan Tukar Guling

Jangan Sampai Ambang Parlemen Diselesaikan dengan Tukar Guling

- detikNews
Selasa, 08 Nov 2011 11:33 WIB
Jangan Sampai Ambang Parlemen Diselesaikan dengan Tukar Guling
Jakarta - Sejumlah partai besar berharap ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) minimal sebesar 4 persen. Sedangkan partai menengah berharap angka yang lebih kecil. Perbedaan pendapat ini jangan sampai diselesaikan dengan tukar guling.

"Kemungkinan akan terjadi kompromi di panggung belakang. Saya tidak setuju kalau kompromi ini dilakukan di belakang layar baik melalui Poros Tengah atau melalui Setgab. Perbedaan pendapat ini bukan tidak mungkin diselesaikan dengan tukar guling, bargaining tertentu yang berimbas pada ditukarnya angka," kata peneliti politik dari Charta Polika Yunarto Wijaya, Selasa (8/11/2011).

Dia menyebut, angka PT 2,5 persen, 4 persen ataupun 5 persen belum pernah berdasarkan atas riset akademis. Yunarto menengarai partai besar menginginkan PT yang besar karena ingin mendapat limpahan suara gratis dari partai kecil atau menengah. Sedangkan partai kecil dan menengah menginginkan PT kecil agar mereka mampu bertahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi dasarnya adalah karena kepentingan masing-masing dan bukan untuk perbaikan sistem. Menurut saya dalam situasi seperti ini Setgab berpotensi hancur ketika berhadapan dengan masalah krusial yakni RUU Pemilu," sambung pria berkacamata ini.

Yunarto berpendapat, PT seharusnya dibicarakan dalam tahapan akhir ketika sistem kepartaian sudah mapan. Sedangkan kondisi di Indonesia saat ini sistem kepartaian yang ada masih jauh dari mapan.

"Masih belum menjamin menghadirkan partai yang berkualitas yang mampu melahirkan kader yang punya kualitas. Saya harap usulan PT 4 persen digunakan sebagai paket hemat untuk menyelesaikan masalah yang ada, dan bukan menjadi akal bulus partai untuk mendapat limpahan suara gratis," papar Yunarto.

Sebaiknya, imbuh dia, soal PT ini dikembalikan ke Pansus RUU Pemilu. Biarkan perdebatan ilmiah terjadi di dalam Pansus berdasarkan riset yang masuk akal.

"Jadi angka PT bukan negosiasi di Setgab dan Poros Tengah. Poros Tengah ini saya kira hanya gertak sambal untuk bargaining position. Jangan kompromikan aturan UU yang berdampak ke masyarakat banyak ini," kata Yunarto.

PKB, PPP, PAN, PKS, Hanura dan Gerindra mewacanakan pendirian poros tengah untuk menghadapi keinginan keras Partai Demokrat dan PDIP yang menginginkan PT minimal 4 persen. Sedangkan PT 5 persen usulan Golkar bukan harga mati.

(vit/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini