"Belum ada dua minggu, kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan busway sudah tiga kali terjadi," kata Kasat Lantas Wilayah Jakarta Timur, AKBP Sudarsono, saat dihubungi detikcom, Selasa (8/11).
Senin (7/11) sekitar pukul 21.30 WIB, kecelakaan melibatkan bus TransJ rute PGC-Harmoni bernopol B 7460 IX. Bus menabrak seorang kakek berusia 72 tahun, Arman Gunawan, warga Pasar Barat No 18, RT 06/06, Jatinegara, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan juga terjadi sebelumnya di kawasan Jatinegara, Rabu (2/11). Korban bernama Yopi Chaniago (55). Kecelakaan menimpa ketika Warga Jl Bekasi Barat III ini baru saja turun dari mikrolet di jalur cepat Jl Jatinegara Timur. Dia menyeberang di jalur bus TransJ yang ada di tengah jalan tersebut, namun kurang waspada.
"Saat mau menyeberang tertabrak, mungkin kurang waspada dan kurang tengok kiri kanan," kata Yopi beberapa waktu lalu. Akibat kecelakaan itu Yopi mengalami patah tulang kaki kanan di bagian paha.
Sehari sebelumnya, Selasa (1/11), seorang remaja terluka setelah diserempet bus TransJ di Jl Otista Raya, tepat di depan Hotel Fiducia, Jatinegara. Saat kejadian, korban hendak menyeberang dan nekat melintas jalur busway.
Massa yang berada di dekat lokasi kejadian sempat menghakimi pengemudi dan hendak merusak bus yang saat itu membawa penumpang. Beruntung petugas yang tengah berpatroli langsung mengamankan bus dan sopirnya dari amukan massa.
Badan Layanan Umum (BLU) mencatat sebanyak 101 kecelakaan yang melibatkan Bus TransJ sepanjang Januari-Oktober. Di antara angka tersebut, 16 kecelakaan mengakibatkan korban meninggal dunia.
(ahy/lrn)










































