Usulan tersebut terlontar dari pakar ilmu politik FISIP Universitas Airlangga (Unair), Haryadi Anwari saat berbincang dengan detikcom soal aliran dana Freeport ke Polri, Selasa (8/11/2011).
"Harus ada reposisi peran polisi. Sekarang, A sampai Z urusan polisi. Dari korupsi, keamanan, kriminalitas hingga tilang di jalan. Saya kira, tidak ada di negara manapun yang semua dipegang polisi," tukas Haryadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Haryadi, terdapat masa transisi yang agak membingungkan bagi Polri yang bertugas di Papua. Bila sebelumnya peran TNI sangat besar lewat komando teritorial era Orde Baru, saat ini Polri menangangi sendiri beban itu dengan bantuan minim dari pihak lain.
"Pasca reformasi, tiba-tiba mereposisi A sampai Z menjadi urusan polisi. Repososi kebablasan, dan itu harus dipikirkan ulang. Ketika menghadapi situasi di Papua, mereka kerepotan. TNI melihat ini dan hanya "membiarkan'.'Biar kapok rasain'. Kira-kira begitu," tukas Haryadi.
(Ari/van)











































