Menanti Keputusan Majelis Syuro PKS Pasca Reshuffle Kabinet

Menanti Keputusan Majelis Syuro PKS Pasca Reshuffle Kabinet

- detikNews
Selasa, 08 Nov 2011 04:42 WIB
Jakarta - Setelah reshuffle kabinet, sejumlah elit PKS mengumbar wacana keluar koalisi, rapat Majelis Syuro PKS pun dijadwalkan digelar bulan ini. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan kapan petinggi PKS mengambil keputusan. Meranikah PKS keluar koalisi?

"Saya belum tahu kepastiannya kapan rapat Majelis Syuro PKS akan digelar,"ujar anggota Majelis Syuro PKS, Hidayat Nurwahid.

Hal ini disampaikan Hidayat saat dimintai konfirmasi seputar pelaksanaan rapat Majelis Syuro PKS. Jawaban tersebut disampaikan Hidayat kepada detikcom, Selaas (8/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hidayat, hingga saat ini belum ada seorang pun anggota Majelis Syuro PKS yang sudah mengetahui keputusan final PKS. Yang jelas keputusan ini akan diambil dengan mengambil pertimbangan telah hilangnya seorang menteri PKS dari kabinet.

"Saya belum bia memastikan seperti apa keputusannya, karena saya hanya salah satu anggota Majelis Syuro PKS," tutur Hidayat, diplomatis.

Setelah PKS kehilangan kursi Menristek, sejumlah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta agar PKS keluar dari koalisi pemerintahan. Aspirasi sejumlah DPW ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap reshuffle yang memangkas satu jatah menteri PKS.

โ€œAspirasi kader tersebut akan menjadi salah satu bahasan utama dalam rapat Majelis Syuro PKS pada Desember nanti. Apakah mundur dari koalisi, tetap bertahan dalam koalisi, atau ada opsi lain yang dianggap lebih strategis sesuai tujuan dan cita-cita partai,โ€ kata Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq, usai memimpin Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumatera Utara (Sumut) di Hotel Polonia, Medan, Minggu (30/10/2011).

Luthfi mengungkapkan, dari 33 DPW PKS yang ada, belasan di antaranya telah menyampaikan aspirasi kepada DPP PKS untuk mengambil sikap tegas yaitu mundur dari koalisi. Desakan itu muncul pasca kebijakan SBY mereshuffle sejumlah menteri di tubuh Kabinet Indonesia Bersatu jilid II pada pertengahan Oktober lalu.

Menurut Luthfi, hasil reshuffle yang dilakukan Presiden SBY tidak memperkokoh koalisi, namun sebaliknya. SBY dianggap telah mengurangi komitmennya dengan PKS sebagai partai pendukung.

โ€œBisa saja hasil rapat majelis syuro nantinya, PKS mengurangi dukungan karena komitmen pemerintah dalam koalisi juga dinilai berkurang,โ€ terang Luthfi.

(van/gah)


Berita Terkait