Perayaan Idul Adha di Maroko memang berbeda sehari dengan di Indonesia dan Arab Saudi, namun sama meriahnya. Perayaan diadakan di Ruang Serba Guna KBRI Rabat, Maroko, dan diikuti oleh sekitar 100 WNI yang berdomisili di Maroko. Acara diawali dengan salat Ied bersama dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta pemotongan hewan kurban.
Hal tersebut disampaikan KBRI Rabat dalam siaran pers kepada detikcom, Selasa (8/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam ceramahnya khatib antara lain menyampaikan bahwa perayaan Idul Adha hakekatnya adalah peristiwa kemanusiaan yang terjadi pada diri Nabi Ibrahim AS yang menjadi simbol ketakwaan manusia dalam mentaati perintah Allah SWT. Sikap dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS secara totalitas kepada Sang Pencipta merupakan lambang bagi pelayanan manusia terhadap Sang Khaliq.
Usai salat Ied, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan mencicipi hidangan khas Indonesia, serta dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban di halaman belakang gedung KBRI Rabat. Untuk tahun ini KBRI memotong enam ekor domba, yang disumbangkan masing-masing oleh Dubes RI, Kepala Kanselarai, staf KBRI, masyarakat Indonesia dan Raja Maroko Mohammed VI.
Setiap perayaan Idul Adha, Raja Mohammed VI selalu memberikan sumbangan satu ekor domba kepada institusi atau Perwakilan asing dari negara Islam di Rabat. Usai pemotongan, hewan kurban tersebut sebagian dimasak gulai dan sate untuk kemudian disantap bersama di KBRI dan sebagian lagi disumbangkan kepada WNI dan masyarakat lain di sekitar Rabat.
(van/gah)











































