Tidak ada kepala negara ASEAN sengaja ingin menyengsarakan rakyatnya. Semua pemimpin ASEAN pasti bercita-cita baik agar rakyatnya sejahtera," demikian dalang kondang wayang kontemporer Cenk Blonk, I Wayan Nardayana, seperti dilaporkan PLE Priatna dari Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Senin (7/11/2011).
"Ibarat kehidupan tujuannya bagus, di tengah jalan bisa banyak gangguan dan kendala. Masyarakat perlu mendukung, agar negara-negara ASEAN tetap damai dan semakin kuat," imbuh dalang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kominfo, Freddy H Tulung ketika membuka acara menyampaikan bahwa di abad modern ini tidak ada lagi bangsa dan negara yang bisa hidup sendirian.
"Persahabatan dan kerjasama dengan negara tetangga ASEAN menjadi keharusan yang tidak bisa dielakkan. Perdamaian, keamanan dan kemakmuran harus dibangun secara bersama melalui pertetanggan ala ASEAN ini," papar Freddy.
KTT ASEAN, ASEAN+3 dan Asia Timur yang akan berlangsung selama tiga hari (17-19/11/2011) di Nusa Dua, Bali, selain akan dihadiri Sekjen PBB dan Presiden AS, juga 10 Kepala Negara ASEAN dan negara-negara mitra terkait.
"KTT ini kembali menempatkan Bali dan warga Badung menjadi pusat perhatian dunia. Mata dunia akan tertuju ke Bali melihat apa yang dihasilkan para pemimpin dunia ini," ujar Dirjen Kerjasama ASEAN Djauhari Oratmangun, disaksikan Sekda Kabupaten Badung Kompyang Swandika dan sekitar 1500 masyarakat sekitar.
Djauhari memberi tamsil bahwa mengelola kerjasama dengan negara tetangga terdekat ASEAN ini, ibaratnya seperti mengelola masyarakat dalam lingkungan RT/RW.
"Kita harus saling mengenal satu sama lain, gotong-royong membuat lingkungan aman, tidak ada tawuran dan gejolak lainnya, sehingga tidak mengganggu orang bekerja dan memenuhi kesejahteraan ekonominya," terang Djauhari.
Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik-Kominfo, Ismail Cawidu menjelaskan bahwa sosialisi tentang ASEAN ini telah dilakukan dua kali di Bali dan selalu mendapat sambutan meriah.
"Informasi penting bisa disebar dengan mudah melalui medium tradisional wayang Cenk Blonk, yang menjadi acara hiburan rakyat paling digemari," tutur Cawidu.
Wayang Cenk Blonk adalah wayang kulit kontemporer, yang dipopulerkan oleh Ki Dalang I Wayan Nardayana, dengan memasukkan lelucon dan dialog ceplas-ceplos dengan karakter Nang Klenceng (Cenk) dan Nang Eblong (Blonk).
Menurut PLE Priatna, dialog interaktif tentang ASEAN melalui media wayang Cenk Blonk tampak mendapat sambutan luarbiasa.
"Edukasi mengenai isu besar tentang ASEAN dikomunikasikan secara akrab, dalam bahasa mudah dicerna, penuh canda dan tidak menggurui. Kalimat ki dalang dituturkan secara jenaka, akrab dan jujur menjadi kalimat trusted (yang dipercaya, red) dan didengar masyarakat," pungkas Priatna.
(es/es)











































