DPR dan DPD: Jadikan Idul Adha Momentum Awali Berbagi Sesama

DPR dan DPD: Jadikan Idul Adha Momentum Awali Berbagi Sesama

- detikNews
Senin, 07 Nov 2011 23:55 WIB
DPR dan DPD: Jadikan Idul Adha Momentum Awali Berbagi Sesama
Jakarta - DPR dan DPD RI mengimbau masyarakat untuk menjadikan perayaan hari raya Idul Adha sebagai momentum untuk saling berbagi sesama. Momentum untuk saling tolong-menolong seluruh rakyat Indonesia.

"Jadikan momentum Idul Adha untuk selalu berbagi sesama," tutur Wakil Ketua DPR Anis Matta kepada detikcom, Senin (7/11/2011).

Anis Matta sendiri menyebar 16 ekor sapi di kawasan Sulawesi Selatan. Ia ingin masyarakat memahami makna Idul Adha sebagai salah satu yang harus diteladani dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kita harus mengedepankan kebersamaan. Untuk PKS tahun ini menyebar ratusan sapi untuk kurban di seluruh Indonesia," tutur Sekjen PKS ini.

Pandangan senada disampaikan Ketua DPD Irman Gusman. Irman berharap masyarakat memahami pentingnya menyembelih hewan kurban.

"Pengorbanan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putra semata wayangnya yang sangat dicintainya, Ismail atas wahyu yang disampaikan oleh Allah, yang kemudian oleh Allah SWT digantikan dengan hewan kurban harus bisa diteladani oleh bangsa ini dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika pengorbanan itu bisa diteladani maka bukanlah hal yang mustahil jika bangsa ini menjadi bangsa yang besar karena bangsa ini menjadi semakin bertakwa dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi," ujar Irman kepada detikcom.

Menurut Irman, peristiwa kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim bisa dimaknai juga sebagai pesan simbolik agama, yang menunjukkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepasrahan seorang hamba Allah pada sang pencipta. Pesan dan makna keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah yang Maha Kuasa, menurutnya harus bisa ditransformasikan bangsa ini kedalam aksi-aksi nyata dalam menjalankan kehidupan yang lebih baik.

"Salah satu makna dalam berkurban itu adalah merelakan apa yang kita cintai demi menjalankan perintah Allah.Jangankan harta, nyawa anak yang dicintainya melebihi dirinya sendiri pun dikorbankan demi kecintaannya pada Allah.Apakah kita tidak mau mencontoh Nabi Ibrahim? Jika tidak dengan nyawa kita paling tidak dengan harta kita atau tenaga kita membangun bangsa ini bersama," tegasnya.

Kurban jelas senator asal Sumatera Barat ini, adalah media ritual, selain zakat, infak, dan sedekah yang disiapkan Islam untuk mengejawantahkan sikap kepekaaan sosial. Jika bangsa ini benar-benar bisa menanamkan semangat kurban setiap harinya dalam kehidupan sehari-hari, maka berbagai penyakit social seperti kemiskinan, ketamakan atau korupsi, mau menang sendiri, selalu mengambil jalan pintas akan hilang.

"Dengan demikian maka tidak akan lagi ada korupsi, karena semangat kurban itu, jangankan mengambil hak orang lain seperti yang dilakukan para koruptor yang membuat bangsa ini terpuruk, apa yang kita miliki pun harus kita korbankan. Semangatnya adalah berbagi bersama,"tandasnya.


(van/gah)


Berita Terkait