"Ini merupakan sebuah ide sederhana. Dasar pemikirannya karena banyak korban di tengah masyarakat akibat kebocoran gas. Dengan alat ini semoga bisa meminimalisir," ujarnya di sela-sela LIPI Expo, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (7/11/2011).
Alat yang diberi nama 'piranti pengaman otomatis regulator LPG' ini terbuat dari bahan alumunium dan merupakan jawaban dari sifat umumnya masyarakat yang panik apabila terjadi kebakaran.
Dengan alat ini apabila terjadi kebakaran, selama 3 detik api akan menyala dan setelah itu akan mati karena alat pengaman otomatis bekerja menutup keluarnya gas dari dalam tabung elpiji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi mengakui, hasil temuannya ini masih merupakan prototype dan belum dipasarkan ke masyarakat. Namun, dalam waktu dekat ini ia akan melakukan survey kepada masyarakat, untuk mengetahui apakah alat ini memang dibutuhkan masyarakat atau tidak.
"Ini masih prototype menunggu hasil survei yang akan dilakukan bulan-bulan depan. Namun yang jelas alat ini pasti mempunyai spektrum yang lebih luas dari masyarakat bawah hingga atas,"
Alat yang sudah dipatenkan dengan no pendaftaran paten S00201100044 ini, diperkirakan apabila dijual di pasaran berkisar antara Rp 25.000 hinga Rp 30.000. Demi menambahkan, saat ini dirinya sedang mengembangkan generasi kedua dari alat tersebut. Nantinya alat itu akan terintegrasi dengan regulator gas, sehingga bukan merupakan alat tambahan lagi.
"Saya lagi dalam tahap pengembangan generasi kedua. Tunggu saja," tutupnya.
(gah/gah)











































