Sampai menjelang mangrib, para calo yang berkeliaran mengaku sepi pembeli. Suasana ini sangat berbeda ketika AFP beberapa waktu lalu.
"Saya sudah jualan dari pukul 16.00 WIB. Saya beli tiket untuk kategori 4 sebanyak 25 lembar yang harga satuannya Rp 25 ribu. Saya jual dengan harga Rp 30 ribu, baru laku 15 tinggal 10," cerita seorang calo tiket, Asep, saat ditemui detikcom di GBK, Senin (7/11/2011).lakunya 15 tinggal 10
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya jualan dari pukul 12.00 WIB siang tadi, baru laku 1. Saya beli 10 tiket kategori 4 yang saya jual Rp 30 ribu," kata Roby.
Roby terlihat murung karena tiket yang dia jajakan tidak terlalu diminati. Dia menduga, menurunnya semangat masyarakat Indonesia untuk menonton bola karena akhir-akhir ini sering mengalami kekalahan.
"Sepi Mbak, nggak banyak yang beli, nggak kaya waktu AFP dulu. Mungkin karena akhir-akhir ini kalah mulu," ucapnya lirih.
Pantauan detikcom, para calo tampak menjajakan tiket hingga ke Halte Busway Gelora Bung Karno. Petugas halte yang melihat keberadaan mereka tidak bisa melarangnya.
"Sudah maklum Mba," terang seorang petugas mengomentari keberadaan calo.
Suasana GBK pukul 18.00 WIB mulai ramai penonton. Penonton berdatangan sambil meniupkan terompet untuk memeriahkan pertandingan malam ini.
"Saya optimistis Indonesia menang, skor 4-0 karena kekuatan lawan satu tingkat di bawah kita. Kita mainnya di kandang. Pokoknya kalah menang kita akan tetap dukung," kata seorang penonoton Alen (16).
(lia/vit)










































