Empat anggota DPR dari Komisi VIII (Agama) sempat berbicara dengan sejumlah jamaah terkait transportasi di Armina itu. "Satu bus bisa terisi 80 hingga 100 orang. Mereka tahu bahwa kloter mereka mendapat 9 bus, tapi yang datang 6 bus. Jadinya penumpang tergencet-gencet. Kasihan yang wanita," kata Adang Ruchiatna usai bertemu dengan sejumlah kloter di Maktab I di Mina Jadid, Senin (7/11/2011) dinihari WIB.
Saifuddin Donojoyo menambahkan, Arafah-Muzdalifah yang berjarak 7 km harus ditempuh 2,5 jam. "Satu bus yang standarnya diisi 45 orang terpaksa diisi 75-80 orang," ujarnya. Jalanan macet menjadi pemicu utama, sehingga banyak jamaah hingga pukul 24.00 WAS belum terangkut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekjen Kemenag Bahrul Hayat mengakui adanya kendala transportasi tersebut. "Ada beberapa bus yang kualitasnya kurang baik dan mogok, dan itu menyebabkan jalan menjadi semakin terganggu," katanya secara terpisah.
"Yang kita keluhkan adalah kualitas bus yang menganggu arus mobilisasi jamaah. Jika bus itu rusak, akan berdampak pada puluhan jamaah," katanya.
Bahrul menuturkan, transportasi itu menjadi tanggung jawab pihak Muassasah Asia Tenggara dan naqobah (sebangsa Organda). "Tadi pagi sudah disampaikan keluhan, Kementerian Haji Arab Saudi turun langsung untuk mengatasi dan mobilisasi jamaah agar jangan sampai terlambat masuk Mina," ungkapnya.
Menurut pengamatan detikcom pada Sabtu (5/11) sekitar pukul 11.00 WAS atau 03.00 WIB, butuh waktu berjam-jam untuk meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah, lanjut ke Mina. Bus-bus besar pembawa jamaah berlomba-lomba mendapat jalan. Jalan yang sebetulnya cukup lebar, bisa menampung sedikitnya jajaran 6 bus, terlihat semrawut karena sejumlah bus mogok diduga akibat kurang perawatan, ada juga bus yang menabrak pantat bus di depannya. Sejumlah jamaah terpaksa dievakuasi ke pinggir jalan yang penuh debu beterbangan. Sementara di Arafah, jamaah gelisah menunggu kedatangan busnya yang tak kunjung tiba.
Lebih lanjut Bahrul menuturkan, dua hari yang tersisa di Mina, seluruh pelayanan sesuai degan apa yang telah disepakati antara Indonesia dan Saudi, khususnya keamanan, kebersihan dan segalanya. "Mohon penjadwalan yang telah disepakati, mudah-mudahan pengangkutan bus bisa tepat waktu," katanya.
Bahrul menuturkan, selama ini yang sering jadi masalah adalah ketetapan. "Jadi mengangkut jamaah dari tenda ini ke pemondokan, sudah kita minta penjadwalan detail per kloter, jam berapa," tutup Bahrul Hayat.
(nrl/vit)











































