"Kabarnya ada beberapa yang terluka ringan," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai mengikuti rapat tertutup soal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2011).
Marty belum mendapatkan penjelasan secara rinci ABK mana saja yang menderita luka. Pihaknya masih terus menunggu informasi yang berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marty menambahkan, pemerintah sangat mengapresiasi langkah yang diambil para ABK ketika berhadapan dengan para pembajak. Meskipun ia tak menampik menyelesaikan masalah pembajakan ABK oleh Somalia butuh langkah dan pencegahan yang serius dan menyeluruh.
"Masalah pembajak di Somalia kita mendengar berita tadi malam dan syukur Alhamdulillah ternyata pihak ABK berhasil melumpuhkan dan mengatasi permasalahan. Tapi saya katakan, masalah pembajakan di Somalia bukan sesuatu yang hanya dialami Indonesia, tapi juga masalah internasional. Ratusan warga negara asing juga disandera pembajak Somalia. Ini masalah multilateral yang menyeluruh sehingga langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan harus menyeluruh," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan,kapal Chin Yi Wen tersebut berawak 28 ABK. Mereka adalah 6 warga negara China, 8 warga negara Filipina, 6 warga negara Indonesia, dan 5 warga negara Vietnam. Para awal kapal hilang kontak dan diduga mulai dibajak sejak hari Jumat (3/11/2011) lalu. Namun kapten kapal mengorganisir para ABK untuk melawan.
"Seingat saya, ini adalah pertama kalinya para pelaut kapal penangkap ikan yang dibajak perompak Somalia, berhasil membebaskan diri oleh usaha mereka sendiri," ujar Jubir Perikanan Taiwan, Tsay Tzu-yaw kepada AFP, Minggu (6/11/2011).
(lia/nwk)











































