Hal itu tidak seperti pada tahun atau prosesi gerebeg sebelumnya. Ketika penghulu Masjid Besar Kauman belum selesai mendoakan, gunungan sudah dirayah warga. Pantauan detikcom, jumlah warga yang ikut rayahan juga tidak terlalu banyak, karena tidak bersamaan dengan acara hari kurban yang jatuh pada hari Minggu kemarin serta sudah banyak warga yang libur.
Acara Gerebeg Besar Kraton Ngayogyakarto berdasarkan penanggalan Jawa tanggal 10 Besar Tahun 1944 Be, jatuh hari ini Senin (7/11/2011). Sebelum prosesi dimulai, sejak pagi wilayah Yogyakarta diguyur hujan deras. Namun saat acara berlangsung mulai pukul 08.30-10.30 WIB hujan berhenti, meski cuaca tetap mendung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum gunungan keluar dari keraton, delapan prajurit bergada dipimpin GBPH Yudhaningrat melakukan defile di depan Pagelaran Kraton. Saat lima buah gunungan yang dikawal prajurit Bugis dan Surakarso keluar, dilakukan penghormatan dengan tembakan salvo tiga kali.
Selanjutnya gunungan dibawa menuju Masjid Besar Kauman untuk didoakan. Saat gunungan didoakan, petugas keamanan membuat pagar betis di sekeliling kelima gunungan itu.
Setelah doa selesai dilakukan oleh penghulu masjid, warga langsung merayah kelima gunungan tersebut. Mereka mengambil berbagai macam sayuran dan aneka hasil bumi yang ada di gunungan tersebut.
Warga yang tidak mampu berebutan, ada yang memungut sisa-sisa yang terjatuh di tanah. Mereka tetap senang dengan membawa pulang ke rumah.
(bgs/fay)










































