"Sudah ada 12 saksi yang merupakan warga sekitar kita periksa," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Angesta Romano Yoyol di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (7/11/2011).
12 Saksi tersebut saat ini diperiksa di Polsek Gambir, Jakarta Pusat. Pihaknya juga masih memastikan apakah Jenri tewas karena dihendak mencuri motor. "Dia mendorong motor orang lain, saat warga melihat dia langsung dikeroyok," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin pagi, Jenri diketahui kedapatan mendorong sebuah sepeda motor di Gang Langgar, Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Saat ditegur warga, Jendri berdalih hendak memindahkan motor milik kawannya. Karena warga tidak percaya dengan alasan Jenri, akhirnya pemuda tersebut dikeroyok warga.
Menurut informasi Humas Polda Metro Jaya, Jendri sedang mendorong sepeda motor milik Ijas yang sedang melaksanakan salat Idul Adha. Oleh saksi, pelaku diteriaki maling hingga warga yang baru selesai salat Idul Adha langsung menangkap dan menghakimi pelaku.
Beberapa saat kemudian, datang petugas Patroli Polsek Metro Gambir dan mengamankan pelaku yang sudah bebak belur. Oleh petugas, pelaku dibawa ke RSUD Tarakan untuk mendapat perawatan. Setelah mendapat perawatan, pada pukul 10.00 WIB pelaku meninggal dunia. Jendri mengalami luka lebam di mulut, mata kiri dan kanan lebam serta luka di kepala.
Mayat Jendri kemudian dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Petugas juga mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Legenda B 4602 IT untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
(nal/vit)










































