Menurut space.com pada 4 November lalu, batu ruang angkasa itu bernama asteroid 2005 Yu55. Asteroid tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi, namun para astronom dari seluruh dunia secara intens melakukan pengamatan pada benda ruang angkasa ini.
Lebar asteroid ini sekitar 1.300 kaki atau 400 meter. Bentuknya bulat dan lebih hitam dari batubara. Di titik terdekat, asteroid ini akan melewati Bumi pada jarak sekitar 201.700 mil atau 324.600 km. Posisi terdekat itu adalah pada Selasa 8 November pukul 23.28 GMT atau pukul 06.28 WIB. Untuk diketahui, jarak rata-rata antara bulan dan Bumi adalah sekitar 238.854 mil atau 384.399 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini asteroid yang orbitnya dekat bumi. Sejauh ini belum ada asteroid yang membahayakan Bumi. Setelah sekian lama orbitnya tentu akan beruah. Nah itu yang dipantau. Tapi ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat," kata pengamat Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin kepada detikcom.
Dia menjelaskan, asteroid berukuran lebih kecil dari planet dan lintasannya beragam. Untuk itu, asteroid selalu dipantau, utamanya yang orbitnya melintas dekat dengan Bumi.
Para ilmuwan menjelaskan, asteroid 2005 YU55 ditemukan pada tahun 2005 dan mengorbit matahari dalam jalur elips yang memanjang dari dalam orbit Venus ke luar orbit Mars. Perjalanan mengelilingi matahari dapat dilakukan asteroid setiap 15 bulan.
Para astronom menekankan, asteroid 2005 YU55 saat melintas dalam jarak terdekatnya dengan Bumi tidak akan menimbulkan dampak bagi Bumi. Benda antariksa ini juga tidak akan menyebabkan segala jenis efek gravitasi Bumi saat melintas. Hal itu dikarenakan, batu antariksa itu terlalu kecil untuk mempengaruhi kehidupan di Bumi.
"Tidak ada alasan untuk khawatir tentang YU55 yang terperangkap dalam gravitasi Bumi," kata Scott Fisher.
(vit/nwk)











































