Suara PPP Dialihkan ke Mega
PPP: Itu Tafsirnya Pramono Anung
Rabu, 14 Jul 2004 17:49 WIB
Jakarta - Elit PPP masih malu-malu untuk membuka sikapnya dalam dalam pemilu presiden putaran kedua. Terhadap klaim Wasekjen PDIP Pramono Anung bahwa PPP akan mengalihkan suara ke Mega-Hasyim, Sekretaris Pengurus Harian DPP PPP Lukman Hakim hanya menyatakan itu adalah penafsiran Pramono atas pertemuan Mega dan Hamzah."Itu tafsirnya Pramono atas fakta pertemuan Pak Hamzah dan Bu Mega. Saya tidak bilang itu salah atau benar," katanya di sela-sela rapat pimpinan harian di rumah dinas Hamzah Haz selaku Wapres di Jalan Diponegoro No.2, Jakarta Pusat, Rabu (14/7/2004) sore.Menurut Lukman, ia telah menghubungi Pramono Anung tadi malam dan mengeluhkan klaimnya tersebut. "Tadi malam saya komplain, ngapain sih ngomong begitu, Pram. Ia ketawa saja."Didesak wartawan, Lukman tetap menolak untuk membenarkan atau menyalahkan tafsir tersebut. "Itu tafsir atas suatu peristiwa. Ada kepentingan subyektif Pramono di situ," kilahnya.Lukman lalumenjelaskan proses terjadinya pertemuan Mega dan Hamzah pada hari Selasa (13/7/2004) kemarin. "Yang jelas Bu Mega minta ketemu. Pak Hamzah kan masih wapres, tidak dalam posisi menyatakan tidak. Undangan disampaikan lewat telepon karena itu di luar jadwal sini. Jadi hanya dari ajudan ke ajudan."Pernyataan senada disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PPP Alimarwan Hanan. Menurutnya, rapat pimpinan harian sore ini belum membahas perilah pernyataan Pramono Anung. "Kami belum menyatakan itu benar atau tidak. Belum sampai ke sana. Yang pasti keputusan apapun yang menyangkut pemilu baru akan kita laksanakan dalam musyawarah setelah hasil pemilu presiden diumumkan oleh KPU," papar Alimarwan.
(gtp/)











































