Presiden Mega Minta Agar Biofarmaka Dimanfaatkan
Rabu, 14 Jul 2004 17:43 WIB
Yogyakarta - Presiden Megawati meminta agar biofarmaka atau tanaman obat-obatan lebih diperhatikan, dilestarikan dan dimanfaatkan untuk pengembangan obat di Indonesia. Meski biofarmaka sudah cukup lama dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia, namun belum banyak dimanfaatkan atau dikembangkan secara besar-besaran dan masih terbatas. Bahkan dalam jangka waktu lama, justru aneka produk berbahan baku biofarmaka masih banyak yang diabaikan. "Meski kita sudah mengetahui fungsi dan khasiat biofarmaka sebagai bahan baku obat, kami mengajak semua untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap pelestarian dan pemanfaatan biofarmaka," kata Megawati saat membuka acara Pekan Biofarmaka Nasional II 2004 di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Rabu 914/7/2004) sore.Turut hadir mendampingi Megawati, antara lain Menteri Pertanian Bungaran Saragih, Menteri Kesehatan Achmad Sujudi, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta istri Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Megawati menyatakan, diabaikannya biofarmaka hanya karena alasan belum adanya penelitian ilmiah terhadap kandungan dan khasiat bahan baku atau pun metoda pengolahannya. Namun pada perkembangan selanjutnya justru dengan keuletan, kesabaran usaha dan pengembangan produk bahan baku biofarmaka berkembang seperti saat ini.Dalam kesempatan itu, Mega juga berharap perlu adanya upaya serius untuk menyelamatkan warisan tersebut dengan cara melestarikan biofarmaka yang ada di Indonesia yang merupakan kekayaan bangsa ini. "Sudah saatnya kita mengambil langkah yang tepat untuk mengupayakan perlindungan hukum yang nyata terhadap kekayaan hayati dengan perangkat hukum untuk melindungi kekayaan tersebut," kata Mega.Di sisi lain kata Mega, dengan berubahnya gaya hidup dan cara pandang masyarakat dunia karena khawatir terhadap dampak negatif dari bahan-bahan baku obat berbasis kimia telah mendorong berkembangnya biofarmaka. Masyarakat mulai sadar untuk memilih hidup dengan cara dan gaya yang lebih bersahabat dengan alam. Hal itu pula yang turut mendorong semakin meluasnya kebutuhan obat, makanan suplementl, kosmetika, aroma terapi dengan menggunakan tanaman biofarmakan sebagai bahan baku obat-obatan sekarang ini.
(asy/)











































