Gabung ke PD, Pakar Pangan Ditugasi Garap Petani dan Nelayan

Gabung ke PD, Pakar Pangan Ditugasi Garap Petani dan Nelayan

- detikNews
Senin, 07 Nov 2011 05:38 WIB
Jakarta - Buah komunikasi antara Ketum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum dan Sekjen Edhie Baskoro dengan Ketua Umum Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) M Yasin menyepakati bergabungnya Pakar Pangan menjadi salah satu organisasi sayap Partai Demokrat. Sudah ada tugas khusus yang diberikan pada M Yasin dan anak buahnya, yaitu menggarap kaum tani, buruh, dan nelayan.

"Ini hasil komunikasi politik kami dengan Mas Ibas dan Mas Anas. Kami akan bergabung sebagai organisasi sayap Partai Demokrat. Tinggal menunggu tanggal baik untuk deklarasi," ujar Sekjen Pakar Pangan, Jackson Kumaat kepada detikcom, Minggu (7/11/2011).

Jackson menjelaskan keputusan ini resmi merupakan keinginan Rapimnas. Sekaligus jalan keluar bagi Pakar Pangan agar tak tergerus UU Pemilu atau UU Parpol yang sedang digodok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita akan ambil tugas ini. Kita buktikan kelompok tani, nelayan dan buruh itu bukan milik Gerindra dan PDI Perjuangan," terang Jakson

M Yasin dan Pakar Pangan membantu Timses Mega-Prabowo di 2009 lalu. M Yasin bahkan disebut-sebut menjadi salah satu andalan Mega-Prabowo selama kampanye. Menanggapi bergabungnya Pakar Pangan dengan Demokrat, menurut Jackson tidak ada masalah sama sekali dengan PDIP dan Gerindra.

"Tidak ada masalah apapun. Mereka menerima itu. Kita juga tidak ada komitmen dengan Gerindra. Pak Yasin juga sejak dulu dekat dengan SBY, ini seperti pulang kembali saja," tutup Jackson.

Sebelumnya, Ketum DPP PD, Anas Urbaningrum, mengaku sudah ada pembicaraan intensif dengan Pakar Pangan. Partai yang dipimpin M Yasin Dan Jackson Kumaat itu akan diajak kerjasama untuk kemajuan demokrasi di Indonesia.

"Sudah ada komunikasi intensif antara kedua belah pihak dan diharapkan ada kerjasama yang tepat dan baik bagi partai Demokrat dan Pakar Pangan" kata Anas Urbaningrum di sela-sela pembagian hewan kurban di Jagakarsa, Pasar Minggu, Jaksel, Minggu (6/11/2011).

(rdf/asp)


Berita Terkait