"Ini yang paling bagus. Perlawanan pertama harus datang dari awak kapal," ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto, kepada detikcom, Minggu (6/11/2011).
Wawan menjelaskan ada beberapa kasus dimana awak kapal melawan, perompak Somalia yang bersenjata malah menjadi ciut dan buru-buru kabur keluar kapal. Tapi tentunya sebelum melawan, para anak buah kapal (ABK) mempertimbangkan betul strategi dan kekuatan mereka jika menghadapi perompak. Jangan sampai malah mati konyol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya self defence atau kemampuan mempertahankan diri pada awak kapal sangat penting. Misalkan setelah ada pembajakan dan ABK mengirim sinyal bahaya, butuh berapa lama sebelum kapal perang penolong tiba?
"Karena itu tindakan pertama awak kapal sangat penting," jelasnya.
Para anak buah kapal (ABK) penangkap ikan berbendera Taiwan, melawan para perompak Somalia yang membajak kapal mereka. Aksi heroik para ABK, termasuk dari Indonesia, ini berbuah manis. Mereka berhasil membebaskan kapal dari cengkeraman 6 perompak Somalia yang bersenjata.
Kapal Chin Yi Wen tersebut berawak 28 ABK. Mereka adalah 6 warga negara China, 8 Filipina, 6 Indonesia, dan 5 warga negara Vietnam. Para awal kapal hilang kontak dan diduga mulai dibajak sejak hari Jumat (3/11/2011) lalu. Namun kapten kapal mengorganisir para ABK untuk melawan. 6 Perompak bersenjata berhasil dijatuhkan ke laut. Sementara 3 ABK luka-luka.
"Seingat saya, ini adalah pertama kalinya para pelaut kapal penangkap ikan yang dibajak perompak Somalia, berhasil membebaskan diri oleh usaha mereka sendiri," ujar Jubir Perikanan Taiwan, Tsay Tzu-yaw kepada AFP, Minggu (6/11/2011).
(rdf/asp)











































