Sebenarnya, jembatan tersebut roboh sejak Kamis (4/11/2011) lalu. Tapi belum ada perbaikan yang berarti sehingga pada Idul Adha, Minggu (06/11/2011), warga di kedua desa kesulitan bersilahturahmi.
Jembatan yang roboh ini itu dibangun dengan APBD induk Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2010 dengan menelan dana Rp 900.000.000. Jembatan ini dibangun dengan rangka baja, komposit, dengan rentang fisik 4 x 12 meter. Sampai hari ini, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Musi Banyuasin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dua jembatan tersebut ambruk karena tidak bisa menahan kendaraan yang memiliki tonase di luar kemampuan jembatan. Karena itu, pihaknya meminta pemilik kendaraan segera melakukan perbaikan seperti sedia kala.
"Pemilik kendaraan itu terlalu memaksakan diri. Apalagi warga sudah sering mengingatkan. Kita minta yang bersangkutan segera memperbaikinya, ya seperti semula," katanya.
(tw/lh)











































