"Insya Allah kami baru shalat Idul Adha pada Senin besok, tempatnya di Kampung Mawang, Gowa," ujar pemimpin jamaah An-Nadzir, ustadz Lukman A Bakti, kepada detikcom, malam ini, minggu (6/11/2011).
Hal ini berbeda dengan pelaksanaan shalat Idul Adha yang dilakukan umat Islam pada umumnya. Berbeda pula dengan yang shalat Ied dilakukan oleh jamaah An-Nadzir pada tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya lebih cepat sehari atau dua hari dari pelaksanaan shalat Ied, seperti yang ditetapkan menteri agama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok An-Nadzir memiliki sekitar 10 ribu jamaah yang tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan dan menyebar pula di Sulawesi Tengah, Papua, Maluku, Kalimantan, Kepulauan Riau, bahkan hingga ke Singapura dan Malaysia. Jamaah An-Nadzir di Kab. Gowa mendiami perkampungan yang dibangun sendiri di dekat Danau Mawang dan menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perikanan.
Kaum pria Jamaah An-Nadzir identik dengan penampilan rambut panjang yang dicat pirang. Sedangkan jamaah perempuannya identik dengan jilbab panjang dilengkapi cadar berwarna hitam.
(mna/lh)










































