Malinda Dee: Saya Ingin Cepat Pulang dan Memeluk Anak-anak

Malinda Dee: Saya Ingin Cepat Pulang dan Memeluk Anak-anak

- detikNews
Minggu, 06 Nov 2011 19:05 WIB
Malinda Dee: Saya Ingin Cepat Pulang dan Memeluk Anak-anak
Jakarta - Mendekam di dalam tahanan membuat tersangka kasus pencucian uang nasabah Citibank, Malinda Dee, merindukan kehangatan sebuah keluarga. Wanita berdarah Aceh ini mengaku sangat merindukan anak dan rumahnya.

"Saya kangen banget sama anak-anak dan rumah," cerita Malinda Dee, di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (6/11/2011).

Malinda yang mengenakan setelan busana hitam-hitam, mengaku selalu mendapat dukungan dari anak-anaknya. Bahkan kekuatan yang dia rasakan ini, tak lain berkat putra-putrinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dukungan terutama dari anak-anak. Mereka minta saya agar tidak mudah putus asa, walaupun rasa putus asa kadang ada. Tapi karena support itu, saya bersyukur," kata wanita berumur 50 tahun ini.

Mantan petinggi Citibank ini menyadari, bila kelak dinyatakan bersalah oleh pengadilan dirinya harus tinggal di dalam penjara. Itu berarti jalan hidupnya akan sangat bertolak belakang dengan yang selama ini dijalaninya. Namun selama berada di Rutan Pondok Bambu, dia mengaku selalu berusaha beradaptasi.

"Saya kenalan sama semua orang di sini. Alhamdulillah seminggu di sini saya sudah kenal dengan semua petugas. Lalu saya berkenalan juga dengan warga lainnya. Alhamdulillah mereka baik-baik, tidak seseram seperti dibayangkan," tambahnya.

Tinggal di dalam rumah tahanan membuat Malinda harus menerima segala sesuatunya dengan lapang dada. Termasuk saat harus bermalam di ruangan yang besarnya hanya 2x2 dan berbagi kamar dengan seorang tahanan lainnya.

"Saya di sini kamarnya kecil, ada kamar mandi di dalam. Tapi tidak pakai AC. Awalnya gerah juga tapi ternyata sekalian keluarin keringat jadi sehat juga ya," ungkapnya seraya tersenyum.

Kepada warga binaan lainnya, Malinda terkadang suka berbagi ilmu yang dia miliki seperti berhias wajah. Karena menurutnya cantik itu penting.

"Hari-hari saya ya menghabiskan waktu bersama mereka. Waktu saya digunakan untuk ngajar, bantu-bantu di perpustakaan dan mempercantik orang-orang di sini," paparnya.

Ia juga bercerita, kepada orang-orang yang telah menzolimi dirinya, Malinda mengaku telah memaafkannya. Dia sudah iklas menjalani semua ini.

"Doakan saya kuat. Dari saya yang dulu marah sampai iklas jalani ini semua. Yang menzolimi aku, udah aku maafin semua," ungkapnya.

Selasa (8/11) besok Malinda segera menjalani sidang perdananya di PN Jakarta Selatan. Dia berharap semua mimpi buruk ini cepat berakhir.

"Harapannya bisa segera cepat pulang ke rumah dan peluk anak-anak," katanya dengan mata berbinar.

(lia/lh)


Berita Terkait