Banjir Lahar Dingin, MenPU Minta Penambangan Liar Kali Putih Distop

Banjir Lahar Dingin, MenPU Minta Penambangan Liar Kali Putih Distop

- detikNews
Sabtu, 05 Nov 2011 16:45 WIB
Banjir Lahar Dingin, MenPU Minta Penambangan Liar Kali Putih Distop
Magelang - Menteri Pekerjaaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meminta jalur penambangan pasir di sepanjang alur dan talud Kali Putih agar ditutup dan diberhentikan. Sebab jalur penambangan pasir itu mengakibatkan meluapnya aliran banjir lahar dingin di alur Kali Putih.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto, Sabtu (05/11/2011) saat meninjau pembangunan jembatan baru di Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Untuk jalur lahar dingin di Jumoyo, yang kemarin sempat naik atau meluap ke jalan darurat, sekarang akan segera diperkuat. Kemarin meluber karena ada jalan penambang di tempat tersebut, dan saat ini sudah diminta agar jangan ada penambangan dulu sampai musim penghujan selesai,” tegas Djoko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djoko sendiri sebenarnya sedang perjalanan dari Solo menuju ke Semarang, Jawa Tengah. Namun karena khawatir dengan keberadaan proyek jembatan Kali Putih yang terancam oleh ancaman banjir lahar dingin menyempatkan diri untuk mengecek dan memastikan bahwa proyek pengerjaan jembatan tidak terganggu.

“Saya ke sini ingin melihat langsung pembangunan jembatan baru yang menghubungkan Semarang-Yogyakarta, yang saat ini sedang dibangun. Kalau terjadi banjir lahar dingin lagi jalan ini jangan sampai ditutup,” tutur Djoko.

Pembangunan jembatan baru Kali Putih ini ditargetkan selesai hingga akhir Desember 2011 dengan anggaran dari BNPB sebesar Rp 64 miliar. Aktivitas pengerjaan sempat berhenti karena banjir lahar dingin sempat menutup jalan Raya Magelang-Yogyakarta Km 23 karena tanggul jebol.

“Kita sudah kerja keras untuk menyelesaikan jembatan agar nanti bisa tepat waktu,” ujar Djoko.

Usai meninjau pembangunan jembatan baru Kali Putih dan meninjau alur lahar dingin di lokasi tersebut, Djoko juga meninjau proses pembangunan Jembatan Srowol yang hancur diterjang banjir lahar dingin akhir tahun 2010 lalu.

Jembatan Srowol merupakan jalur alternatif yang menghubungkan antara Kabupaten Kulonprogo-Yogayakarta-dan lokasi obyek wisata Candi Borobudur dan Candi Mendut di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sampai saat ini, jembatan Srowol masih dalam proses pekerjaan. Proyek pengerjaan direncanakan akan dibuat jembatan gantung dengan anggaran dari BNPB sebesar Rp 8,5 milyar dengan panjang 80 meter dan lebar tiga meter ini, masih dalam proses penyelesaian pemasangan pondasi.

“Semuanya sudah dikerjakan, kita pelan-pelan akan mengerjakannya. Apabila ditemukan jembatan lain yang rusak silahkan dilaporkan. Nanti akan dibangunkan oleh BNPB. Di sana banyak dananya,” katanya tanpa menyebutkan jumlah dana tersebut.

(gah/gah)


Berita Terkait