Gus Dur-Hasyim Tidak Rujuk, Golput Bakal Bertambah

Gus Dur-Hasyim Tidak Rujuk, Golput Bakal Bertambah

- detikNews
Rabu, 14 Jul 2004 16:12 WIB
Semarang - Ketidakharmonisan Ketua Dewan Syuro DPP PKB Gus Dur dengan Ketua Umum PBNU (non-aktif) Hasyim Muzadi agaknya menciptakan kekhawatiran bagi warga nahdliyin. Kalau hal itu terus berlanjut, maka bisa mengakibatkan maraknya golput pada massa NU. Terutama menjelang pilpres putaran II. Hal itu disampaikan Pengasuh Ponpes An-Nuriyyah Semarang KH Nuril Arifin kepada wartawan di pondoknya, Jl. Sendang Guwo, Semarang, Rabu (14/07/2004). Mantan 'koordinator' Pasukan Berani Mati pada era Gus Dur ini mengatakan rekonsialiasi Gus Dur - Hasyim sangat dibutuhkan warga NU."Dalam tradisi NU, sebagai pihak yang lebih muda, Hasyim seharusnya datang ke rumah Gus Dur. Silaturahmi sekaligus meminta maaf kalau memang diperlukan. Kalau tidak ya sekadar datang saja. Orang NU itu tidak ada yang menolak kedatangan orang lain ke rumahnya kok," papar Gus Nuril.Dikatakan Gus Nuril, bila sampai hubungan Gus Dur-Hasyim tidak membaik, dikhawatirkan golput akan bertambah, karena dua tokoh NU itu berada pada jalur yang berbeda. Gus Dur masuk jalur golput, sedang Hasyim masuk jalur pengerukan suara. Tentu saja, lanjutnya, baik Gus Dur maupun Hasyim suaranya masih sangat didengar. Hasyim 'menguasai' wilayah struktural, sedangkan Gus Dur pemimpin jalur kultural. Jika Gus Dur golput, imbasnya banyak pengikutnya yang akan ikut. "Ini bisa merugikan warga nahdliyin. Suara 60 juta tak akan berarti banyak," tandasnya. Gus Nuril menampik kalau rekonsiliasi antara Gus Dur-Hasyim akan menguntungkan Megawati. Menurut dia, siapa saja bisa mengambil keuntungan asal cerdas. Dirinya tak melihat hal itu sebagai pokok masalah, yang jadi masalah adalah keselamatan umat nhadliyin. "Banyak orang NU yang sudah mengharapkan ada rekonsiliasi itu. Apalagi kita saat sedang bersiap menghadapi muktamar. Dikhawatirkan ketidakharmonisan Gus Dur-Hasyim bisa mempengaruhi situasi muktamar yang akan digelar November mendatang di Solo," terangnya.Kiai berambut gondrong ini menandaskan, sebelumnya ia sudah bertemu dengan sekretaris pribadi Gus Dur dan berkonsultasi untuk mencoba ikut menyelesaikan kerancuan hubungan Gus Dur-Hasyim. Sehingga ia tidak ragu-ragu menyarankan Hasyim untuk memulai rekonsiliasi. (asy/)


Berita Terkait