Suasana Makkah Terasa Emosional, Teriakan 'Labbaik' Menggema

Laporan dari Arab Saudi

Suasana Makkah Terasa Emosional, Teriakan 'Labbaik' Menggema

- detikNews
Sabtu, 05 Nov 2011 00:29 WIB
Suasana Makkah Terasa Emosional, Teriakan Labbaik Menggema
Makkah - Jumat (4/11) masih pagi, tapi jalanan di Aziziyah Zunubiyah, tak jauh dari jembatan jamarat di Mina, telah ramai para pejalan kaki dari berbagai bangsa dan ras. Mereka berbaju ihrom, dua kain putih tak berjahit untuk lelaki dan pakaian yang menutup aurat bagi perempuan. Beberapa di antara mereka berjalan sembari membawa bendera identitas rombongannya.

Menurut pantauan detikcom, mereka berjalan bergegas ke arah Mina sembari mengucapkan kalimat talbiyah Labbaik Allahumma Labbaik (Aku penuhi panggilanmu, ya Allah). Aziziyah hanyalah sudut kecil di mana talbiyah terdengar. Di luar daerah itu, di seantero Makkah, jutaan jamaah haji juga berlomba memuji kebesaran Allah.

Sedangkan Arab News melaporkan, sejumlah kelompok besar jamaah haji telah tiba kota tenda Mina untuk melakukan ritual hari tarwiyah 8 Dzulhijjah (Jumat 4 November). Mereka berada di situ sepanjang Jumat siang hingga malam untuk berdoa dan tafakur, sebelum mengarah ke Arafah pada hari Sabtu untuk menghadiri puncak haji. Kegiatan ini bersifat sunnah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari 2,5 juta jamaah, termasuk 1,8 juta yang datang dari luar negeri, akan mengikuti ibadah haji tahun ini, pertemuan kaum Muslim akbar sedunia.

Jamaah berdatangan di Mina dengan berjalan kaki, naik bus atau kendaraan lain, sembari mengucapkan Labbaik Allahumma Labbaik.

Kabid Bimbingan Ibadah Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Surahmat menuturkan, jamaah Indonesia tidak bermalam di Mina pada hari tarwiyah karena jumlahnya yang besar sehingga khawatir ada kesulitan saat memindahkan jamaah dari Mina ke Arafah untuk wukuf 9 Dzulhijjah. Wukuf di Arafah merupakan syarat sahnya haji.

"Program pemerintah, jamaah langsung dari Makkah ke Arafah," ujarnya saat ditemui di Arafah, Jumat petang.

"Apalagi Mina-Arafah sulit kendaraan, jamaah harus jalan kaki," ungkapnya.

Sementara itu Arab Saudi memobilisasi semua sumber dayanya untuk membuat event tahunan itu sukses.

Sebanyak 50 ribu petugas diterjunkan di sejumlah titik di Makkah dan tempat-tempat suci lainnya untuk menjamin keamanan dan keselamatan jamaah dan mengatur arus lalu lintas.

Cendekiawan Akhtarul Wasey, yang juga tamu Kementerian Haji Saudi menuturkan, atmosfir di Makkah terasa emosional.

"Terasa spirit Islam yang nyata di sini. Masyarakat dari penjuru dunia dipersatukan oleh keyakinan mereka dalam Tuhan yang satu dan ajaran nabi terakhir Muhammad SAW. Setiap orang berdoa untuk semua orang. Setiap orang secara spiritual terisi. Anda dapat melihatnya di wajah mereka. Mereka terlihat sangat dekat dengan Sang Pencipta," tuturnya pada Arab News.

Para jamaah juga bersemangat. “Alhamdulillah, saya satu di antara yang dipilih Allah," kata Sumiati (61) dari Indonesia.

"Saya akan berdoa untuk semua Muslim dan tentu saja anak-anak saya," imbuhnya.

Saat berita ini dilaporkan pukul 18.50 WAS, kloter demi kloter terus berdatangan di padang Arafah dengan naik bus. Selama di perjalanan, kalimat talbiyah yang mengharukan hati berkumandang.

Mereka akan menempati 78 maktab. Satu maktab sekitar 3.000 orang. Panitia haji menjamin tenda yang disediakan mampu menampung jamaah meski sedikit berdesakan.


(nrl/mok)


Berita Terkait