Rancangan Kampanye Pilpres II Tak Ada Rapat Umum
Rabu, 14 Jul 2004 15:30 WIB
Jakarta - Rancangan kampanye pemilu presiden/wapres putaran kedua tidak akan ada rapat umum. Kampanye presiden/wapres putaran kedua lebih difokuskan pada penajaman visi, misi dan program.Demikian dikatakan Ketua Pokja Kampanye Hamid Awaluddin di Kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (14/7/2004)."Kami rencanakan tidak ada lagi kampanye pada putaran kedua yang melibatkan massa. Tidak ada lagi rapat akbar, yang ada pertemuan terbatas. Tetapi ini belum menjadi keputusan KPU, baru rancangan," ujarnya.Dikatakan Hamid, fokus kampanye putaran kedua akan lebih banyak dalam bentuk interaksi melalui media massa. Misalnya, debat di televisi serta iklan di media cetak dan elektronik."Kita akan tingkatkan jumlahnya. Kalau dulu frekuensinya 10 kali sehari dengan durasi 10 detik (iklan), kita tingkatkan. Kalau dulu sekali seminggu di surat kabar, mungkin tiap hari," paparnya.Ditanya apakah ada debat capres seperti pada putaran pertama, kata Hamid, kemungkinan itu ada. Namun, KPU akan mencari format yang lebih baik. "Kita akan mencari yang lebih baik, tetapi dengan tetap menggunakan sistem panelis," katanya.Masa kampanye pilpres putaran kedua akan berlangsung 14-16 September 2004 alais cuma 3 hari. Menurut Hamid, salah satu pertimbangan tidak adanya rapat umum dalam kampanye pilpres tahap kedua karena waktunya yang relatif pendek."Waktunya kan hanya 3 hari. Belum lagi pemasangan tanda-tanda gambar. Kita berasumsi kalau 3 hari hari nggak cukup, belum pemasangannya kemudian membereskannya kembali karena yang bertanggung jawab kan orang yang memasangnya," ungkap Hamid.Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti menambahkan pihaknya akan menjadi fasilitator kampanye pilpres putaran kedua. Dikatakan Ramlan, seperti apa bentuk kampanye yang hanya akan berlangsung selama 3 hari itu belum diputuskan dalam rapat pleno.Namun, ada usulan lebih dioptimalkan dalam bentuk iklan misi, visi dan program kerja dalam bentuk advertorial. Ramlan menambahkan, dirinya berpendapat sebaiknya visi, misi dan program dua pasang calon disandingkan. Sehingga publik dapat menilai dua pasang calon itu sebelum mereka menentukan pilihannya."Mereka kan mempunyai misi, visi dan program kerja. Saya kira baik kalau misi, visi dan program kerja itu disandingkan supaya masyarakat bisa melihat di mana perbedaannya," demikian Ramlan.
(nrl/)











































