Peristiwa ini terungkap saat Saudara Fatima, Yusra, terjaga dari tidurnya di kediamannya, Jalan Wiraguna RT 5 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda pada Jumat (4/11/2011) sekitar pukul 01.30 WITA.
Yusra terkejut saat tidak mendapati Fatima dan Zaifa di ranjang yang mereka tiduri bersama-sama. Yusra kemudian bergegas mencari ibu dan anak tersebut di kebun belakang rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yusra menemukan korban di kebun belakang rumah sudah dalam kondisi meninggal, kepala korban lepas dari badannya," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Arif Budiman Sik, di Mapolresta Samarinda, Jalan Bhayangkara, Samarinda.
Menurut Arif, Yusra melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Samarinda dan langsung ditindaklanjuti petugas ke lokasi kejadian.
"Tersangka kita amankan di rumahnya. Kita sita celurit dan jilbab tersangka yang masih ada darahnya. Celurit itu diduga kuat untuk menganiaya korban," ujar Arif.
Fatimah belum bisa dimintai keterangan oleh polisi. Ia terlihat sangat lelah dan sering tertidur di ruang penyidikan.
"Menurut penjelasan Waradia (orang tua Fatimah), baru satu minggu ini keluar dari rumah sakit jiwa. Belum ada komunikasi dua arah antara penyidik dan pelaku," kata Arif.
"Yang bersangkutan (Fatimah) kita bawa kembali ke RS Atma Husada Mahakam (rehabilitasi gangguan kejiwaan), untuk dilakukan observasi. Karena suaminya tidak diketahui keberadaannya," papar dia.
Pengamatan detikcom di ruang jenazah RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda di Jl Palang Merah, kondisi jenazah sangat mengenaskan. Ahli forensik melakukan otopsi terhadap jenazah di mana kepala terpisah dari badannya.
"Kepala jenazah terpisah dari sekitar bahu hingga lehernya akibat kekerasan benda tajam. Kita lihat kondisinya, dipotong tidak secara langsung tapi secara bertahap, seperti mengiris," kata ahli forensik RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda, dr Daniel Umar kepada wartawan di kamar jenazah.
"Cuma ada satu luka yang mengakibatkan pendarahan dan syaraf kepala terputus karena luka potongnya itu dari pangkal leher kiri sampai lengan," ujar Daniel.
Setelah disemayamkan di rumah duka, Zaifa dimakamkan di Pemakaman Muslimin, Jl Pasundan, Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu, sekitar pukul 15.00 WITA. Sedangkan pelaku kini dibawa ke RS Atma Husada Mahakam.
(aan/aan)











































