Sebanyak 10 desa yang terisolir adalah Dusun Trayem, Gendelan, Puberan, Gendelan, Trono, Krajan, Ndadapan, Ngaglik, Semen dan Munthuk. Pantauan detikcom, Jumat (4/11/2011), jalur evakuasi ini putus akibat runtuhnya tebing setinggi 15 meter di bibir Kali Trising yang merupakan hilir dari Kali Senowo dari puncak Merapi.
"Kejadiannya saat banjir lahar dingin. Memang awalnya sudah dipasang bronjong, namun tidak kuat menahan hantaman banjir lahar dingin. Bronjong malah terbawa arus dan tebing setinggi 15 meter runtuh," tegas Petugas Pemantauan Merapi, Badan Ismail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi tebing yang runtuh sepanjang kurang lebih 30 meter dan memakan jalan beraspal mencapai 25-50 meter lebih. Kalau alur sungai tidak berubah, hanya kelak-kelok hantaman banjir yang membuat melebar longsornya tebing," kata Ismail.
Banjir lahar dingin juga merusak 3 dam di Kali Senowo yaitu Dam Munthuk, Dam Kajangkoso dan Dam Krinjing. Pjs Sekdes Krinjing, Kadar mengungkapkan 2.091 orang atau 612 KK yang rata-rata berprofesi sebagai petani sayur-mayur menjadi terisolir.
"Ribuan warga kami harus memutar bila ingin mengirim dan menjual sayuran ke pasar," ungkap Kadar.
Erni (39) salah seorang warga Dusun Dadapan, Desa Krinjing mengaku kesulitas untuk beraktivitas. Mengantar anak sekolah atau menjual sayur ke kota, menjadi sulit untuk dilakukan. Dia berharap, jika bencana usai, pemerintah segera memperbaiki jalan desa ini.
"Jalan tidak bisa dilewati mobil dan sepedamotor. Mau jual sayuran yang sudah panen bagaimana? Harus memutar jauh," jelas Erni.
(fay/vit)











































