"Sangat disayangkan karena pada Februari lalu mereka harus digeser karena bersikap tidak menghormati aturan main," kata Business Development New7Wonders Jean Paul de la Fuente dalam telekonferensi dengan Duta Komodo Jusuf Kalla.
Percakapan melalui telepon bergambar itu digelar di Kantor PMI Pusat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (4/11/2011). Fuente menjabat berbagai pertanyaan dari JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aturan yang dilanggar dalam partipasi agreement, ada pasal menyatakan peserta New7Wonder harus mengikuti aturan tersebut. Namun ternyata hal itu tidak dilakukan dan kami tidak bisa lagi mempercainya meskipun itu sulit bagi kami," kata Fuente.
Fuente juga membantah tegas soal permintaan dana US$ 45 juta menjadi alasan dicoretnya Kemenbudpar. Menurutnya, N7W tidak pernah meminta uang kepada pemerintah dalam hal ini Kemenbudpar.
"Yang terjadi kami tidak pernah meminta untuk membayar sepeser pun untuk jadi host. Kami menerangkan bahwa untuk menjadi host acara deklarasi dibutuhkan dana sebesar US$ 45 juta dan juga menyampaikan bahwa keuntungan yang bisa didapat dalam malam deklarasi itu bisa sampai US$ 1 miliar," terang Fuente.
Menurut Fuente, untuk penyelenggaraan malam deklarasi Kemenbudpar telah menunjuk konsorsium. Konsorsium kemudian meminta bantuan lisensi pelaksanaan acara itu yang besar dananya berkisar antara US$ 7-10 juta kepada pemerintah.
"Kalau konsorsium itu mampu tidak perlu minta dari pemeritah tapi bisa dari sponsor-sponsor. Angka (US $ 7-10 juta) ini juga sudah diketahui berbulan-bulan oleh pemerintah sebelum menunjuk konsorsium dan sebelum mereka menyatakan keinginan pemerintah untuk menjadi host malam deklarasi. Tapi informasi yang keluar diputarbalikan," katanya.
(her/ken)
