Hewan Kurban di Jakarta Dipastikan Bebas Antraks

Hewan Kurban di Jakarta Dipastikan Bebas Antraks

- detikNews
Jumat, 04 Nov 2011 14:14 WIB
Hewan Kurban di Jakarta Dipastikan Bebas Antraks
Jakarta - Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, memastikan hewan kurban di ibukota bebas penyakit Antraks. Hal itu dipastikan setelah sebelumnya mereka melakukan pemeriksaan hewan kurban pada H-10 sebelum Idul Adha yang jatuh pada 6 November mendatang.

"Hasil dari pemeriksaan yang kita lakukan, hewan kurban di Jakarta terbebas dari penyakit Antraks," terang Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Ipih Ruyani, saat dihubungi wartawan, Jumat (4/11/2011).

Ipih mengatakan, pemeriksaan mereka lakukan di tempat-tempat penampungan hewan yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Dari 318 hewan kurban yang diambil sampel darahnya, semua dinyatakan aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga sudah memeriksa fisik, kita juga mengambil sampel darah dari hewan kurban. Dari sampel yang diambil semuanya aman," tambah Ipih.

Namun, kata Ipih, dalam pemeriksaan fisik kemarin, petugas juga memukan sejumlah hewan yang belum cukup umur, seperti yang terjadi di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

"Di Jakarta Timur ditemukan 36 sapi, 58 kambing, dan 1 kerbau belum cukup umur. Selain itu, ditemukan juga 3 kambing sakit mata, serta 22 kambing dan 7 sapi tidak nafsu makan. Sedangkan di Jakarta Utara rinciannya, 3 sapi dan 1 kambing yang belum cukup umur dan 1 kambing sakit mata dan 1 kambing mengalami luka," jelasnya.

Untuk tiga wilayah lainnya yang juga dilakukan pemeriksaan yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat, tidak ditemukan hewan yang bermasalah. Hewan-hewan yang belum cukup umur dan mengalami luka akan diberi tanda dengan cat pilok.

"Itu tetap boleh dijual tetapi tidak untuk kurban," papar Ipih.

Ipih menambahkan, sampai tanggal 2 November lalu, jumlah hewan kurban yang masuk ke Jakarta sebanyak 62.801 hewan. Dengan rincian, 10.769 sapi, 964 kerbau, 47.618 kambing, dan 3.450 domba. Sedangkan tempat penampungan yang sudah tercatat yakni sebanyak 964 lokasi.

"Sampai hari ini kita juga terus melakukan pemeriksaan. Bahkan sampai hari H, kita juga lakukan pemeriksaan di tempat pemotongan, bukan di penampungan lagi," katanya.

Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta mengerahkan 690 petugas untuk melakukan pemeriksaan hewan di tempat pemotongan hewan kurban. Tim terdiri dari, 300 orang dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB, 25 orang dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), 91 orang dari Dinas Perternakan dan Perikanan, serta 274 orang dari Suku Dinas.

(lia/lrn)


Berita Terkait