"Dari dulu kan Setgab nggak pernah kompak, karena ideologi partai itu kepentingan. Ketika kepentingan terusik jadi berbeda," tutur anggota Dewan Pembina PD, Ahmad Mubarok, kepada wartawan di gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (4/11/2011).
Namun Demokrat tak terusik dengan egoisme parpol menengah dan kecil di koalisi. Padahal parpol mengutamakan kepentingan bersama dalam rangka penyederhanaan parpol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mubarok mengatakan, PD mendorong angka PT 4 persen. Langkah ini tidak ditujukan untuk memberangus parpol mitra koalisi.
"Nah ada dua pilihan, dipaksa atau demokrasi. Kalau sekarang kan demokrasi jadi caranya menaikkan ambang batas, kalau 4-5 persen ada perubahan, jumlah partai sedikit manajemen politik berubah. Karena problem bangsa itu susahnya di manajemen politik, akar masalah. Memikirkan kepentingan masing-masing partai," kritiknya.
Lebih lanjut Mubarok juga tak mempermasalahkan parpol koalisi menyusun poros tengah. Meski tetap saja PD, PDIP, dan Golkar, bisa menang dalam voting dan memaksakan angka PT minimal 4 persen.
"Mereka harus mengubah cara pikir jangan berpikir mereka dibunuh aspirasinya. Aspirasi wajar saja, kalau nggak sepakat kan divoting. Political will nasional. Poros tengah di setgab nggak ada masalah," jelasnya.
(van/gun)










































