Linda menceritakan suaminya terbunuh saat tengah berpatroli pada April 2011 silam sekitar pukul 16.00 WIB. Suami Linda bekerja di PT Freeport, Timika, sejak 11 tahun silam. Ia menjabat sebagai kepala keamanan.
Jeritan hati Linda ditumpahkan saat mengadu ke Kantor Kontras, Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2011) pukul 09.45 WIB. Linda didampingi 3 orang kakak dan adik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mengadu untuk bagaimana kawan-kawan ini bisa membantu pemerintah dalam mengungkapkan kasus pembunuhan terhadap suami saya. Karena, selama ini tidak ada perhatian dari pihak Kepolisian," ujar Linda yang terlihat tegar ini.
Berdasarkan visum dokter, kata Linda, Hari meninggal dunia karena pembunuhan dengan cara dibakar.
"Sampai sekarang prosesnya sudah sampai ke penyidikan. Tetapi, polisi belum bisa mengungkapkan siapa pelakunya sepertinya tidak ada kemauan dari polisi untuk mengungkapkan kasus ini. Polisi juga belum memberikan kronologi peristiwa," ujar Linda.
"Saya berharap kasus ini segera bisa diungkapkan. Jangan sampai ada korban lagi. Cukup saya saja yang menjadi janda," lanjut dia.
Linda ingin ada kontrol keamanan dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang lagi. "Pada 24 Oktober 2011, saya sudah melakukan pengaduan ke Komnas HAM dan DPR. Jadi kita tinggal menunggu hasilnya seperti apa," kata Linda.
Menanggapi pengaduan Linda, Kepala Divisi Hukum dan HAM Kontras, Sri Suparyanti, akan menindaklanjuti dan mengumpulkan data-data kasus pembunuhan ini untuk diolah lagi.
"Kita juga ingin menambah respon dan menyampaikan kepada pemerintah untuk memberikan jaminan keamanan di Papua," kata Sri.
(aan/fay)











































