"Kami tanyakan apakah dia melihat dimediakan dan dia tidak pernah lihat berita tv dan tidak tahu sampai diberitakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (4/11/2011).
Dea membawa uang Rp 3 juta yang seharusnya digunakan untuk membayar biaya kuliahnya. "Uangnya sementara dia mengalihkannya ke yang lain karena terbetik di benaknya bagaimana dia segera bekerja," imbuh Baharudin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia browsing di Toko Bagus, dia dapat nomor telepon, SMS pemilik kostan dan pemilik kostan jemput di Stasiun Tawang. Dia naik kereta Argo Sindoro ke Semarang. Dia tiba jam 11 malam tanggal 24 Oktober itu," tutur Baharudin.
Di Semarang Dea mencari-cari pekerjaan. Tapi hingga tinggal di sana selama 10 hari, dia belum juga mendapat pekerjaan.
"Masalah keluarga dia gak ada, tapi dia merasa menyakiti hati orang tua sehingga dia pergi," sambung Baharudin.
Dea memilih Semarang sebagai tempat pelarian karena dia pernah pergi ke kota itu. Selain itu Dea juga punya teman dan saudara di Semarang.
(vit/ndr)











































