"Keberadaan TKW sektor informal telah merusak image tentang Indonesia, ini pandangan yang mengkristal dari sejumlah dubes yang banyak penempatan TKW sektor informal," ujar Mahfudz, menyampaikan laporan sejumlah Dubes kepada Komisi I DPR, Jumat (4/11/2011).
Laporan disampaikan kepada Komisi I DPR dalam sebuah acara di Maroko. Komisi I memang tengah melawat ke Maroko hingga hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mengeluhkan bahwa bukan saja tugas mereka jadi tersibukkan urusan penanganan masalah, tapi kondisi ini sedang mengganggu posisi dan peran diplomatik mereka," ungkapnya.
Dubes RI untuk Yordan dan Dubes untuk UEA bahkan memaparkan kepadanya pengalaman tidak nyaman yang dialami istri dan staf perempuan KBRI yang diperlakukan tidak layak oleh warga negara setempat. Karenanya Komisi I dan para dubes sepakat para pembantu rumah tangga ini hanya bisa merepotkan.
"Para dubes dan tim Komisi I sepakat bahwa secara politik, keberadaan TKW ini sangat merugikan citra negara di tengah upaya penguatan peran politik dan ekonomi Indonesia di kawasan ini," tandasnya.
(van/anw)











































