"Motifnya kabur karena menurut hitungan dia harus selesai kuliahnya Oktober, tapi tertunda karena menunggak kuliahnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (4/11/2011).
Dea meninggalkan rumahnya karena takut kepada orang tuanya. Uang yang seharusnya dibayarkan untuk keperluan pendidikannya, malah dialihkan untuk keperluan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ulah Dea ini tentu membuat bingung orang tuanya. Alhasil orang tua Dea melapor ke polisi. Karena itu sejak awal polisi bekerja dengan terpadu menghimpun semua informasi.
"Karena sejak awal laporan kita anggap pelayanan kepada masyarakat, maka tim proaktif kepada informan-informan yang ada dan berkat dukungan teman, keluarganya," kata Baharudin.
Dea ditemukan polisi di Semarang. Dia pergi dengan menggunakan kereta pada 24 Oktober lalu. Dea lalu dibawa ke Jakarta dan tiba di Mapolda Metro Jaya pagi ini. Saat disapa wartawan, Dea menutupi wajahnya. Kemudian dia dibawa ke ruang Humas Polda Metro.
(vit/anw)











































