Korban Pencurian Pulsa Dianiaya, Diminta untuk Cabut Perkara

Korban Pencurian Pulsa Dianiaya, Diminta untuk Cabut Perkara

- detikNews
Jumat, 04 Nov 2011 08:12 WIB
Jakarta - Masih beranikah anda melaporkan pencurian pulsa?  Alih-alih mendapat keadilan, tapi malah teror dan penganiayaan yang didapat dari orang tak dikenal.

Hal ini yang dialami oleh korban pencurian pulsa, Hendri Kurniawan (36). Dia dianiaya orang tidak dikenal dan diintimidasi untuk mencabut perkaranya atas kasus pencurian pulsa. Alhasil, Hendri pun melaporkan hal ini ke polisi dan meminta perlindungan di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Kemarin petang kami melaporkan intimidasi dan teror ini ke LPSK dan penganiayaannya lapor ke Polda," kata kuasa hukum Hendry, David Tobing saat berbincang dengan detikcom, Jumat,  (4/11/2011) pagi.

Penganiayaan dan teror tersebut dialaminya pada Senin (31/10) malam. Saat itu, ia akan pulang menuju ke rumahnya di bilangan Bogor, Jawa Barat, dengan naik angkutan umum dari Lebak Bulus. Saat menunggu angkutan, tiba-tiba seorang pria menghampirinya. Pria itu memakai helm dengan kaca hitam, sehingga ia tidak dapat melihat ciri-ciri wajah pria tersebut.

Lalu pria itu langsung membentaknya dan mengatakan kata-kata kasar bernada ancaman. Tak hanya itu, pria itu memukul wajah Hendri dengan keras beberapa kali. Hendri pun terjatuh. Tak cukup sampai di situ, pria itu menginjak salah satu kaki Hendri dengan sepatu kets besar yang dipakainya. Setelah itu pria tak dikenal itu meninggalkannya setelah mengucapkan kata-kata ancaman.

"Dia bilang 'ngapain saya melapor? Supaya dianggap pahlawan.' Terus dia bilang lagi, 'Awas jangan bilang ke siapa-siapa'. Abis itu dia langsung pergi," tuturnya.

Hendri mengatakan tidak dapat melihat ciri-ciri fisik pria yang memukulnya karena memakai helm dan kaca hitam. Namun postur tubuh pria tak dikenal itu bertubuh tegap dan besar dengan tinggi badan sekitar 180 sentimeter.

" Kondisi terakhir, setelah di visum, Hendry mengalami retak tulang pada pergelangan kaki karena ditendang," beber David.

David menambahkan saat laporan di Polda Metro Jaya dan LPSK, ia mendampingi Hendri yang saat ini masih terguncang kondisi psikologisnya. Karena ketakutan, tambahnya, bahkan Hendri sempat menangis dalam menceritakan kekerasan yang diterimanya kepada LPSK.

"Dia sangat terpukul, terlihat saat mengadu ke LPSK, dia sampai menangis," kisah David.

Atas perlakuan teror ini, Hendry minta polisi segera mengusut pencurian pulsa tersebut. Karena dikhawatirkan barang bukti dihilangkan oleh pihak- pihak tertentu.

" Saya harap, Mabes Polri segera bertindak. Kalau lambat, keburu barang buktinya dihilangkan," tuntas David.


(asp/fjp)


Berita Terkait