Garuda Stand By untuk Kepulangan Jamaah Haji Indonesia

Laporan dari Arab Saudi

Garuda Stand By untuk Kepulangan Jamaah Haji Indonesia

- detikNews
Jumat, 04 Nov 2011 07:55 WIB
Garuda Stand By untuk Kepulangan Jamaah Haji Indonesia
Jakarta - Meski pelaksaan utama ibadah haji baru akan dilaksanakan pada 5 November, namun pihak Garuda Indonesia telah melakukan persiapan untuk memulangkan jamaah asal Indonesia mulai 10 November.

Setelah merampungkan 299 kloter dari tanah air ke Arab Saudi pada 31 Oktober lalu, Garuda langsung mempersiapkan diri untuk melayani kepulangan jamaah. Sebanyak 130 orang sudah berada di Jeddah dan Medinah untuk stand by.

“Seluruh petugas kami siap bekerja di enam titik, dari mulai titik check in, bagasi, sampai pembuatan boarding pass di terminal bandara,” papar Kepala Dinas Urusan Haji Garuda Indonesia, Hady Syahrean, di Jeddah, Jumat (4/11/2011).

Potensi keterlambatan (delay) penerbangan menjadi hal yang paling diantisipasi, karena situasi tersebut hampir tidak mungkin dihindari. Hotel transit sampai urusan makanan (catering), telah direncanakan jauh-jauh hari.

“Kita bekerja sama dengan hotel-hotel transit yang disewa Departemen Agama. Misalnya, ada kloter yang akan delay 6-8 jam, maka kita akan langsung membawa jamaah ke hotel transit, supaya tidak bolak-balik lagi ke bandara. Di hotel tersebut sudah disiapkan pula catering,” lanjut Hady.

“Tapi kalau potensi delay hanya 4 jam, kemungkinan besar jamaah tidak perlu transit, takut waktunya tidak cukup untuk bolak-balik bandara-hotel-bandara.

Soal catering, tambah Hady, pihak Garuda sudah mengorder rekanan mereka di bandara King Abdul Aziz untuk siap tiga jam sebelum diberikan kepada jamaah yang menunggu pesawat berangkat.

“Jika ada yang tidak mau transit dan lebih memilih menunggu lama di bandara, kami akan meminta mereka untuk membuat surat pernyataan, diketahui dan disetujui oleh ketua kloter mereka. Kami tidak mau dipandang menelantarkan calon penumpang,” tegas Hady.

Garuda juga akan menginformasikan setiap keterlambatan penerbangan melalui website mereka, sehingga keluarga yang menunggu di tanah air bisa mengetahui kapan pesawat yang ditunggu akan tiba di Indonesia.

“Komitmen kami adalah selalu transparan. Kalau ada delay, kami antisipasi, jamaah kita kasih makan, dan sebagainya,” imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk diketahui, untuk penerbangan di musim haji tahun ini Garuda Indonesia menyewa 14 pesawat dari Spanyol, Kanada, dan Inggris selama dua bulan. Pesawat itu terdiri dari tiga Boeing 747 berkapasitas 455 penumpang, 10 Airbus yang menampung 375 dan 360 penumpang, serta satu Boeing 767 untuk 325 penumpang.

Haji tahun ini akan ditandai dengan pelaksanaan wukuf di Arafah pada hari Sabtu (5/11) besok, diikuti sekitar 2,5 juta orang dari seluruh dunia. Indonesia paling banyak mengirim jamaah, sebanyak 221 ribu orang.


==




(a2s/fjp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini