Sekitar 8.100 Calhaj Asal DKI Jakarta Siap Wukuf

Sekitar 8.100 Calhaj Asal DKI Jakarta Siap Wukuf

- detikNews
Jumat, 04 Nov 2011 04:44 WIB
Jakarta - Sekitar 8.100 orang calon jamaah haji asal DKI Jakarta dipastikan siap untuk melaksanakan wukuf di Arafah dan mabid di Muzdalifah dan Mina untuk melaksanakan lempar jumrah. Hanya saja, sekitar 16 calon jamaah haji asal ibukota ini mengalami sakit dan akan melaksanakan Safari Wukuf.

“Tahun ini jumlah jamaah dari DKI sebanyak 8.100 orang, semuanya siap berangkat wukuf ke Arafah. Menurut laporan tim kesehatan, hanya 16 jamaah yang kondisi kesehatannya kurang mendukung, dan kemungkinan besar melakukan safari wukuf menggunakan ambulance yang disiapkan pemerintah Saudi Arabia,” kata Asisten Kesra Pemprov DKI Mara Oloan Siregar yang disampaikan dalam rilisnya yang diterima detikcom di Jakarta, Jumat (4/11/2011) dini hari.

Sementara itu Ketua Harian Khalifah Jamaah Haji DKI Jakarta, Marullah MA mengatakan, rapat koordinasi ini penting dilakukan untuk menjaga kelancaran perjalanan jamaah dari Makkah ke Arafah, Muzdalifah, Mina dan kembali ke Mekah. “Perjalanan ke Arafah sudah dimulai Jumat siang untuk persiapan wukuf yang jatu pada hari Sabtu. Kemudian selesai shalat magrib, jamaah akan bertolak ke Muzdalifah, dan kemudian ke Mina untuk melontar di jamarat dan bermalam di tempat ini selama 2-3 malam,” katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara umum kondisi jamaah tahun ini lebih baik karena kesadaran dari jamaah untuk memelihara kesehatannya juga semakin tinggi. Disamping itu, sejumlah fasilitas dari Pemprov DKI seperti catering dan transportasi juga ikut membantu jamaah. Seperti diakui oleh jamaah Nasarudin, Jamaah Kloter I dari Ciganjur, Jakarta Selatan, fasilitas catering membuat dia dan keluarganya bisa makan lebih teratur dengan gizi yang cukup.

“Kami tidak perlu stress, makanan selama di Makkah sudah disediakan oleh pemprov dengan gizi yang cukup. Ini sangat membantu dalam menjaga kondisi, mudahan-mudahan bisa wukuf dengan lebih baik dan mendapat haji yang mambrur,” katanya.

Sedangkan, Cucu A. Kurnia sebagai petugas haji DKI bagian informasi mengatakan, selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina, konsumsi dan transportasi jamaah semuanya akan ditanggung oleh Kementerian Agama karena biayanya sudah masuk dalam ONH yang dibayarkan jamaah. “Termasuk jamaah dari DKI, konsumsi dan tranportasinya dari jatah pemerintah pusat. Nanti setelah kembali ke Mekah, jamaah DKI akan mendapatkan kembali fasilitas konsumsi dan transportasi dari anggaran Pemprov, ” jelas pria yang juga menjabat Kepala Humas Pemprov DKI Jakarta ini.

Sementara itu Fauzi Nurwahid, jamaah haji DKI dari kloter 31 sangat berharap, setelah kembali dari Mina, distribusi catering yang disediakan pemprov bisa lancar, sama seperti sebelum melakukan wukuf. “Kami harapkan kualitas pelayanan catering dan transportasi tidak berkurang saat kembali ke Mekah nanti agar jamaah tetap bisa melakukan ibadah sunah dengan baik selesai ibadah puncak (wukuf). Kelancaran distribusi catering dan tambahan bis dari Pemprov DKI sangat membantu jamaah,” ungkapnya.

(zal/fjp)


Berita Terkait