Semua pertanyaan tersebut belum bisa terjawab. Namun, informasi terakhir, mahasiswi jurusan akuntansi angkatan 2007 itu diketahui menunggak uang SPP untuk semester 8 sebesar Rp 6.230.000.
Orantua Dea, Tri Wahyu bahkan menyebut anaknya membawa uang Rp 3 juta dan laptop saat hilang pada 24 Oktober lalu. Ditambah lagi, salah seorang teman Dea mengaku melihat Dea bersama seorang pria bergamis biru di sebuah mal di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya pernah ada, dulu tahun 2005, ada seorang perempuan juga, tapi bukan diculik, dia suka kabur-kaburan kuliahnya, sering bolos kuliah, kuliah berantakan. Keluarganya kemudian menyadari dia ikut NII. Keluarga menghubungi kampus, si mahasiswi lalu diisolasi keluarganya, sekarang sudah normal," jelas Lilis kepada detikcom di kampus Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, Kamis (3/11/2011).
Kasus kedua, terjadi pada tahun 2010 dimana seorang mahasiswi D3 Pajak yang suka bolos kuliah. Menurut sang ibu, mahasiswi tersebut jarang ke kampus dan memilih tinggal di rumah.
"Ibunya curiga dia enggak ke kampus, malah di rumah melulu. Setelah ditanya, si ibu dan teman-temannya menanyai dia, akhirnya ketahuan kalau dia ikutan NII," tutur Lilis.
Masih ada sejumlah kasus mahasiswi hilang tersangkut NII lainnya, namun Lilis mengaku lupa. Secara pribadi, Lilis yang berstatus staf ini mengaku tidak mengenal Dea.
"Kalau sekarang ini saya tidak tahu apa dia terlibat (NII) atau tidak, belum ada bukti, terus polisi juga belum tahu. Kalau untuk NII kan terkukung, jadi pasti agak susah dicarinya dan tidak terlihat langsung," ujar Lilis.
Lilis menambahkan, di fakultas di kampus Trisakti terdapat organisasi keagamaan yang disebut Sie Kerohanian Islam (SKI). Selain itu, terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Islam bernama Huzaifah. Menurut Lilis, Dea tidak aktif bergabung di dalamnya.
Dea dilaporkan hilang oleh orangtuanya ke Mapolda Metro Jaya pada 26 Oktober 2011 lalu. Dea hilang sejak 24 Oktober 2011 lalu. Saat itu, mahasiswi semester IX Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti itu berpamitan untuk pergi kuliah.
Terakhir kali meninggalkan rumahnya di Perumahan Galaxy, Bekasi, Dea mengenakan kaos berwarna cokelat dan celana jeans warna hitam. Dea pamit ke kampusnya dengan menumpang ojek hingga Kalimalang, Bekasi.
Dan saat ini, polisi tengah bekerja keras mencari keberadaan Dea. Sejumlah saksi yang terdiri dari keluarga dan teman-temannya sudah dimintai keterangan. Pihak Polda Metro Jaya bahkan menyebut, pihaknya telah mendapatkan perkembangan yang bagus terkait kasus ini.
(nvc/fay)











































