Menneg PP: Semoga Ibu Mega Terpilih dalam Pemilu 2004-2009

Menneg PP: Semoga Ibu Mega Terpilih dalam Pemilu 2004-2009

- detikNews
Rabu, 14 Jul 2004 11:57 WIB
Banten - Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Menneg PP) yang juga kader Golkar Sri Redjeki Sumarjoto menyampaikan doa dan harapan agar Megawati terpilih dalam Pemilu 2004-2009. Tanda koalisi Golkar-PDIP kian menguat?Sri menyampaikan kalimat itu di hadapan sekitar 5.000 masyarakat dan tokoh masyarakat Kabupaten Pandeglang Banten, Rabu (14/7/2004). Presiden Megawati juga hadir di lokasi tersebut dalam acara peringatan 'Dasawarsa Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan'."Semoga Ibu Megawati terpilih dalam Pemilu 2004-2009," kata Sri di akhir kata sambutannya.Para wartawan yang semula tidak menyimak kata sambutan Sri pun tersentak mendegar kalimat akhir Sri. Bisik-bisik pun tak terhindarkan. Terutama soal dugaan sinyalemen koalisi Golkar dengan PDIP yang kian menguat.Namun bisik-bisik itu terhenti ketika tiba giliran Presiden Megawati yang juga capres itu menyampaikan kata sambutan. Wartawan pun menyimak dengan serius. Tapi isi sambutannya tidak 'menyerempet' soal koalisi maupun politik, tapi sesuai konteks tema acara.Mega menyampaikan perlunya peningkatan dan perlindungan bagi meluasnya praktek kekerasan terhadap kaum perempuan, baik dalam pekerjaan maupun di rumah tangga.Sebagai langkah awal menghadapi permasalahan yang ada di sekitar kedudukan dan peran perempuan, kata Mega, pemerintah telah menyatakan kesetujuan dan mengirim RUU tentang perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga, serta RUU perlindungan pekerja Indonesia di luar negeri, dan RUU pemberantasan tindak pidana perdagangan orang."Sebagai presiden, saya sudah menugasi Menneg PP dan menteri terkait agar segera menyelesaikan ketiga RUU tersebut bersama DPR," ujar Mega.Kemudian soal permasalahan kependudukan yang masih harus diselesaikan, menurut Mega, adalah persebaran penduduk yang tidak merata antara kota dan desa. Perpindahan penduduk memang hak dan sekaligus respons yang wajar atas kesempatan kerja di tempat lain."Yang diperlukan adalah pengaturan agar semuanya berlangsung tanpa menimbulkan ketimpangan dan ketidakserasian antara jumlah penduduk dengan daya tampung lingkungannya," kata Mega.Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, lanjut dia, sangat wajar apabila keberadaan sistem informasi kependudukan nasional yang akurat sangat penting untuk diwujudkan."Kita bekerja keras memperbaiki mutu kehidupan penduduk, mengendalikan tingginya tingkat kelahiran, mewujudkan kesejahteraan penduduk dan meningkatkan pendapatan," ujar Mega dalam pidato tertulisnya.Di luar teks pidato, Mega mengajak kaum ibu untuk memikirkan jumlah anak yang dimiliki. "Jadi ibu-ibu, mari kita berpikir lebih jernih. Pada saat ini, kalau kita punya anak lebih dari tiga, akan menjadi beban, bukan manfaat. Karena ke depan, permasalahannya akan menjadi kompleks," katanya."Jumlah wanita, ada yang mengatakan 53-55 persen. Sehingga jumlahnya lebih besar daripada kaum pria. Ini sebetulnya modal kekuatan yang luar biasa," ujar Mega tanpa menyebutkan untuk modal apa.Pada kesempatan itu, Mega menyampaikan bantuan stimulan untuk pengembangan kependudukan senilai Rp 15,2 miliar.Acara juga dihadiri Mendiknas Malik Fadjar, Menlu Hassan Wirayudha, dan Gubernur Banten Joko Munandar. Kemudian mantan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Rozy Munir yang kini menjabat anggota Panwas Pemilu, dan anggota DPR AM Fatwa. (sss/)


Berita Terkait