"Saya dan bapaknya Dwi sedang pergi ke Pasar pas tanggal 31 Oktober. Dwi di rumah," kata ibunda Dwi, Salamah saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/11/2011).
Saat Salamah dan suaminya kembali ke rumah, mereka tidak curiga saat melihat suasana yang sepi. Salamah berpikir, Dwi sedang berada di kamar mandi. Namun ditunggu lama, ternyata tidak keluar juga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu mengetahui Dwi tidak ada di rumah, Salamah langsung menghubungi ponsel Dwi. Namun ternyata, nomor yang biasa dipakai gadis 22 tahun itu sudah mati alias tidak aktif.
"Begitu kami hubungi nomor telepon geganggamnya, hape-nya tidak aktif. Kami menunggu hari itu sampai malam tak ada kabar. Bapaknya lalu langsung lapor (polisi)," katanya.
Dwi hilang sejak 31 Oktober. Orangtuanya belum bisa menduga apa yang terjadi dengan anaknya. Saat ini, kasus Dwi ditangani oleh Polsek Ciputat yang bekerja sama dengan Polres Jakarta Selatan.
"Bapaknya antar foto Dwi ke Polsek, fotonya ada di ijazahnya," kata Salamah.
(ken/fay)











































