"Apakah betul hasil survei itu seperti polisi benar-benar lebih baik dari KPK? Apakah survei itu mencerminkan suasana kebatinan mayarakat Indonesia? Yang disurvei apa saja? Penelitian ini mencenggangkan. Betul atau tidak betul harus dijadikan cermin," tanya Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman, kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/11/2011).
Namun demikian, menurut Benny, sebaiknya semua penegak hukum mengadakan pembenahan internal. Agar semuanya bersama-sama memuaskan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaringan Suara Indonesia (JSI) melansir temuannya bahwa polisi merupakan lembaga yang paling dipercaya di antara isntitusi penegak hukum lain. Responden sebagian besar didapat dari masyarakat yang berpendidikan cuma lulusan SD atau tidak tamat SD.
"Polisi mendapat tingkat kepuasan 53,6 persen, KPK di posisi dua dengan 45 persen," kata Direktur Eksekutif JSI, Widdi Aswindi, dalam konfrensi pers di Hotel Sultan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu, (2/11/2011) kemarin.
Berturut-turut setelah itu Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung). Adapun untuk kepercayaan publik terhadap perjuangan lembaga penegak hukum dalam membela kepentingan rakyat, posisi tertinggi tetap diduki oleh Polisi dan diikuti oleh KPK.
"Polisi mendapat kepercayaan membela rakyat sebanyak 58,2 persen dan KPK 53,8 persen. Setelah itu MK, MA dan Kejaksaan Agung," terang Widdi.
(van/anw)











































