"Bayar Rp 1.000 itu bulan lalu. Sampai tanggal 15 Oktober lalu Rp 1.000. Tapi setelah itu Rp 0 dan Rp 1. Tapi yang Rp 1 itu hanya Telkomsel. Kita akan ada auditor untuk itu, yakni PKF Paul Hadiwinata," ujar anggota P2Komodo, Widya Jatiningrum, kepada detikcom, Kamis (3/11/2011).
Audit akan dilaksanakan setelah voting ditutup pada 11 November lalu. Hasil audit akan dilaporkan ke masyarakat dan telah menjadi perjanjian dengan provider terkait. PKF Hadiwinata selama ini dipercaya menangani audit sejumlah BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benarkah sudah ada sejuta orang yang mengirikan SMS vote? "Belum ada penghitungannya dan penghitungan tidak masuk ke kita. Masing-masing punya kode etik sendiri," terangnya.
Jumlah orang mem-vote via SMS belum bisa diumumkan sekarang. "Belum ada yang me-mention itu," ucap Widya.
Sebelumnya, pakar telematika dari UIN Abimanyu 'Abah' Wachjoewidajat menilai ada sejumlah kejanggalan dalam vote SMS dukungan pulau Komodo itu. Keganjilan itu menurut Abah, dimulai saat gembar-gembor di media jejaring sosial, twitter bahwa SMS Komodo ke 9818 gratis, namun pada kenyataannya tidak gratis melainkan bayar Rp 1.000.
Konon sudah ada sekitar sejutaan orang yang mengirim SMS Komodo saat tarifnya masih Rp 1000. Itu berarti pengelola SMS Komodo mendapatkan pemasukan Rp 1 Miliar. Itu berarti pengelola SMS Komodo mendapatkan pemasukan Rp 1 Miliar yang tentu penggunaan uang ini perlu dipertanyakan kemana?
(vit/asy)











































