Krisis Sandera, Filipina Mulai Tarik Pasukan dari Irak
Rabu, 14 Jul 2004 11:20 WIB
Jakarta - Setelah sempat terjadi kesimpangsiuran, pemerintah Filipina akhirnya mengkonfirmasi keputusannya untuk segera menarik mundur pasukan dari Irak. Langkah ini guna memenuhi tuntutan kelompok bersenjata Irak yang mengancam akan memenggal sandera Filipina."Kementerian Urusan Luar Negeri tengah mengkoordinasikan penarikan kontingen kemanusiaan dengan Kementerian Pertahanan Nasional," demikian statemen pemerintah seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (14/7/2004).Filipina menempatkan 51 prajurit dan polisi di Irak untuk misi kemanusiaan. Semula pasukan kecil Filipina itu akan ditarik mundur dari Irak pada 20 Agustus mendatang, sesuai jadwal resmi berakhirnya masa penugasan. Namun kelompok penculik warga Filipina di Irak menuntut pemerintah Manila untuk menarik pasukan lebih cepat dari jadwal. Jika tidak sandera tersebut akan dipengggal."Sejak hari ini, jumlah kami berkurang dari 51 menjadi 43," demikian pernyataan resmi pemerintah Manila. Tidak jelas kapan penarikan pasukan akan selesai dilakukan.Sebelumnya Presiden Gloria Macapagal Arroyo tekah berkali-kali menegaskan sikapnya untuk tidak tunduk pada ancaman kelompok penyandera Angelo dela Cruz, seorang supir yang diculik pekan lalu. Pendirian teguh Filipina sempat mendapat pujian dari pemerintah Amerika Serikat.Namun kini pejabat-pejabat Washington harus gigit jari melihat perubahan sikap Manila yang akhirnya mau memenuhi tuntutan gerilyawan Irak.
(ita/)











































