Pidato di UNESCO, SBY Sebut Indonesia Sebagai Negara Multikultural

Pidato di UNESCO, SBY Sebut Indonesia Sebagai Negara Multikultural

- detikNews
Kamis, 03 Nov 2011 02:08 WIB
 Pidato di UNESCO, SBY Sebut Indonesia Sebagai Negara Multikultural
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didaulat berpidato dalam acara Deklarasi Keragaman Budaya atau Universal Declaration on Cultural Diversity di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Perancis, Rabu (2/11/201). Dalam pidatonya SBY menyebut Indonesia sebagai negara yang multikultural.

"Indonesia, dengan lebih dari 300 kelompok etnisnya, adalah negara dengan keberagaman suku bangsa terbesar di dunia. Sejak kemerdekaan, generasi penerus bangsa hidup dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, bersatu dalam keberagaman," ujar SBY saat perayaan ulang tahun ke-10 Deklarasi Universal Keragaman Budaya.

Menurut SBY, Multikulturalisme adalah bagian dari Indonesia dan mengandung pesan tentang perdamaian dan toleransi. "Apakah seseorang terlahir dari kelompok etnis Jawa terbesar atau dari kelompok etnis Aceh yang kecil, semuanya memiliki hak yang sama dan kepemilikan yang sama pada silsilah keluarga besar Indonesia," kata SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski laju modernisasi dan globalisasi saat ini yang menjadi tantangan setiap bangsa, SBY tetap percaya, bahwa setiap bangsa dapat menghadapinya. SBY juga meyakini bahwa multikulturalisme akan menjadi kekuatan yang akan mendorong dan membentuk sistem internasional.

"Sekarang ini saatnya kita menyusun pendekatan yang berbeda. Ini saatnya kita menyusun 'kami yang baru'. 'Kami yang baru' itu menuntun kita untuk melihat jembatan-jembatan penghubung daripada tembok pemisah. 'Kami yang baru' tersebut akan membuat kita bersatu dalam keberagaman," terangnya.

Hadir pada acara tersebut antara lain, Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono, Dirjen UNESCO Irina Bokova, Presiden Bulgaria Georgi Parvanov, Presiden General Conference ke-36 UNESCO Katalin Bogyay, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menlu Marty Natalegawa, Menkeu Agus Martowardojo, Mendag Gita Wirjawan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari E Pangestu, dan Dubes RI untuk Perancis Rezlan Ishar Jenie.

(fiq/her)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini