Pemeriksaan sendiri dilakukan secara acak, Rabu (2/11/2011) di beberapa daerah. Salah satunya yakni kawasan Arteri Soekarno-Hatta. Petugas mendatangi satu per satu lapak pedagang secara dadakan. Kambing dan sapi diperiksa dengan seksama.
Petugas juga memeriksa jenis kelamin hewan. Jika ditemukan, ada sapi betina dalam masa usia produktif, maka petugas akan menegur pedagang dan melarang hewan kurban tersebut untuk dijual. Namun dari hasil penyisiran, tidak ditemukan hewan dengan kategori tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuli menambahkan pihaknya sudah memberikan surat edaran ke para pedagang agar sapi betina usia produktif tidak ikut dijual. Namun untuk sapi betina yang tidak produktif, diizinkan dijual dengan syarat melampirkan surat keterangan dari Dinas Pertanian.
"Harus ada catatan kesehatannya. Kalau tidak, meski tidak produktif, sapi tersebut dilarang dijual karena berbahaya bagi konsumen," paparnya.
Pantauan detikcom, sejauh ini tidak ditemukan hewan kurban yang cacat, sakit, ataupun terjangkit penyakit berbahaya. Pengecekan terhadap calon hewan kurban akan dilakukan secara kontinyu hingga Idul Adha, 6 Nopember mendatang.
(try/gus)










































