Gunanya, tentu saja untuk keperluan emergency. Misalnya ketika ada masyarakat yang mengalami tindakan kriminal, bisa menghubungi nomor tersebut. Free alias gratis. Namun sayangnya, nomor itu justru tulalit alias tidak bisa dihubungi.
Rabu (2/11/2011) detikcom telah menghubungi nomor tersebut berkali-kali. Dari sejumlah nomor dari operator yang berbeda-beda mulai dari XL, Telkomsel, Axis, Esia, dan Fren. Namun tetap saja, hasilnya nihil.
Nomor 112 tetap tulalit dan tidak satu kalipun nyambung. Nomor 112 juga tidak bisa dihubungi dari telepon rumah atau PSTN. Sama saja, nadanya seperti selalu sibuk atau bicara.
Satu-satunya operator yang berhasil nyambung ke polisi adalah Indosat. Detikcom mencoba menelepon 112 dari nomor IM3 dan langsung tersambung ke Polres Selatan.
Kenapa bisa seperti itu? Entahlah. Namun yang pasti, bukan hari ini saja nomor 112 mati alias tidak bisa dihubungi dari sebagian besar operator yang ada di Indonesia. Beberapa waktu lalu, detikcom juga sempat mencoba menghubungi nomor tersebut. Dan tidak aktif.
Seorang karyawan swasta sebut saja Rina pernah mencoba menghubungi nomor 112 saat rumahnya disatroni maling. Rina yang malam itu tinggal di rumah hanya dengan anaknya yang masih kecil dan pembantu rumah tangga bingung mengapa nomor emergency tidak bisa dihubungi.
"Jadi waktu itu ada orang mencurigakan di halaman rumah saya, saya mencoba menghubungi 112, tapi ternyata tulalit. Padahal saya takut sekali waktu itu karena kebetulan tetangga saya sedang mudik semua," kata Rina saat berbincang dengan detikcom.
Pengalaman dengan 112 juga pernah dialami Didi. Pria yang tinggal di kawasan Pancoran ini pernah hampir dirampok di jalanan Jakarta. Karena merasa tidak aman, Didi mencoba menghubungi 112. Namun sayang, tidak nyambung.
"Saya takut orang yang mau merampok motor saya masih mengikuti, jadi saya coba telepon, tapi nggak bisa. Ya sudah, saya pulang sendiri dengan perasaan was-was," ceritanya.
Mungkin karena nomor 112 mati, masyarakat hampir tidak pernah memberikan nomor kontak tersebut untuk menjaring informasi dari masyarakat. Sampai-sampai, masyarakat harus memasang nomor pribadinya ke media-media jika ada keluarganya hilang.
Seperti kasus Nadia Dwi, mahasiswi Trisakti yang hilang sejak sepekan yang lalu. Orangtuanya lebih memilih menyebarkan nomor ponselnya ke media-media. Begitu juga dengan kasus kaburnya siswi SMP, Aisi. Orangtuanya juga memasang nomor pribadi ke media.
Belum jelas persoalan ada di mana. Entah itu di kepolisian, operator, atau Telkom. Karena seperti diketahui, nomor 112 adalah milik Telkom. Namun jika nomor tersebut dibiarkan terus-terusan tak aktif, yang rugi sudah pasti, masyarakat.
(ken/ndr)











































