"Kita marinir mengakui kesalahan kita," ujar Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Alfan usai meninjau proyek penghancuran box culvert di Lapangan Tembak, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2011).
Alfan mengakui juga, jika pihaknya yang menutup sungai sebelum ada pemukiman warga. Penutupan sungai itu menyebabkan rumah warga kebanjiran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alfan menambahkan, pihaknya menawarkan solusi yakni akan membongkar 170 meter box culvert dan merelokasi 22 rumah warga yang ada di bantaran kali. Hal ini dilakukan untuk mengatasi banjir.
"Di RT 11 ada juga anak-anak kita anggota marinir. Mereka akan kita pindahkan ke flat yang akan dibangun di dalam lahan sini. Sambil menunggu, mereka akan diberi uang kontrakan selama satu tahun di luar," kata Alfan.
Sementara itu Komandan Pangkalan Marinir Jakarta Kolonel Hardimo mengatakan, saat ini baru 7 rumah warga yang akan direlokasi. Marinir akan memberikan uang gusuran sebesar Rp 1 juta per meter untuk bangunan permanen dan Rp 900 ribu per meter untuk bangunan non permanen.
"Sekarang ini anggota pasukan kita sudah membongkar beberapa rumah, kemungkinan besok selesai pembangunannya. Total ada 22 rumah yang bakal direlokasi. Untuk box culvert dari 170 meter yang dihancurkan kita sudah sampai meter ke 100," demikian Hardimo.
(nik/fay)










































